Malaysia · Traveling

Malaysia 2016: Persiapan

Salah satu wishlist saya di tahun 2016 ini untuk menginjakan kaki di luar negeri sebentar lagi terwujud. Dengan berbekal tiket promo AA pulang pergi, saya dan suami akan mengeksplor negara ini selama tiga hari di penghujung November 2016.

Petronas Twin Tower

Melaka, sebagai kota historical menjadi tujuan pertama kami. Kami akan menghabiskan waktu semalam disini untuk mengelilingi kota ini, mengagumi bangunan sejarah peninggalan bangsa Portugis sampai menikmati keindahan sungai Melaka, dan tentu saja tidak lupa menikmati lezatnya Chicken Rice Ball yang tersohor itu (nulisnya aja sambil ileran πŸ˜… hihi).

Bertolak dari Melaka, kami akan menuju Kuala Lumpur untuk mengeksplorasi kota ini. Selain Menara Petronas, yang bikin saya dan suami excited adalah mencoba sarana transportasi umum selama disana, entah itu komuter, LRT, maupun bus. Maklum dalam keseharian, kami lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, hampir gak pernah naik kendaraan umum malah hehehe… 

Selama di KL, kami juga akan mencoba walking tour. Saya sudah menyiapkan rute walking tournya, diawali dari Mesjid Jamek sampai ke Petaling Street. Kira-kira betis ini bakalan berkonde gak ya? Hahaha.. Entahlah, dinikmati saja ya, demi pengalaman ;p

Rute walking tour – sumber dari thetravelearn.com

Gak ketinggalan, kami pun akan mengunjungi Batu Caves. Walaupun sedang direnovasi, kayaknya sayang deh untuk dilewatkan. Kami malah skip kunjungan ke Genting karena waktu kami yang terbatas 😦 semoga lain kali bisa mampir ke Genting.

Untuk persiapan, jujur selain menyiapkan itinerary, saya dan suami agak santai nyiapin ini-itu nya. Kami rencananya cuma bawa satu koper kecil dan tas punggung buat simpan dompet, paspor, tiket, dll. Soalnya kami juga gak beli bagasi pulang pergi, jadi harus se-ringan mungkin bawaannya supaya nyaman. 

Update:

H-1 kami baru beli Ringgit dan USD. Kita mepet belinya karena sempat survey ke beberapa money changer dulu di seputaran BSD. Tips yang perlu diingat ketika menukarkan uang, cek dulu di google rate supaya tau kisarannya berapa. Nah biasanya kurs money changer lebih tinggi, sekalian bandingin kurs di beberapa money changer juga untuk mendapatkan penawaran paling baik. Sepengalaman kami sih gak bisa ditawar ya. Ohya, biasanya kurs sore dan menjelang malam hari lebih tinggi atau yang biasa dikenal dengan closing rate. Jadi kalau gak mendesak banget, coba lagi besok paginya, biasanya kursnya lebih bagus (sedikit).

Kayaknya itu saja persiapan kami, yeay!!! Berlanjut ke cerita jalan-jalannya nanti ya πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s