Malaysia · Traveling

Malaysia 2016: Kuala Lumpur Walking Tour

Salah satu agenda kami ketika akan berangkat ke Malaysia adalah sebisa mungkin mencoba semua mass transportation disana plus walking tour ketempat-tempat wisata. Dengan begini, maka kami akan lebih menghargai dan menikmati arti perjalanan itu sendiri. 

* * *

Hari kedua, saya bangun agak siang, jam 7 lewatpun masih asik goler-goleran di kasur Hotel Hong. Sedangkan suami saya malah sedang serius mempelajari rute perjalanan kami yang berubah gara-gara bus tujuan KL berhenti di TBS bukan Pudu Sentral. 

Akhirnya baru jam 8, kami selesai mandi dan siap cari sarapan. Kami harus segera bergegas mengingat pukul 10.30 kami sudah harus meninggalkan Melaka. 

Kami menyusuri Jonker Street untuk mencari kedai yang jual sarapan, tapi sayang sampai di penghujung jalanpun tidak ada yang menarik. Sampai akhirnya saya dan suami berhenti di persimpangan jalan. Perhatian kami tertuju pada sebuah kedai mie yang cukup ramai. Akhirnya kami singgah disana dan memesan fried kway teow serta hot tea. Setelah menunggu hampir 20 menit, akhirnya datang juga pesanan kami. Rasanya enak tapi tidak istimewa sekali sih πŸ˜… padahal harganya gak murah juga dan nunggunya lama.

Sebelumnya kami sudah dikasih tau kalau ‘fried’ yang dimaksud bukanlah dalam artian goreng kering kaya kwetiao di Jakarta tapi berkuah sedikit.

Berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil di Melaka pada pagi hari, ternyata tidak semenarik saat sore atau malam hari. Lain kali, saya pasti akan kembali ke kota ini pada akhir pekan dan akan jajan-jajan di Jonkee Street, janji 😁
Pukul 10.30 kami sudah siap check out. Encik Amey dari Hotel Hong yang akan mengantarkan kami dengan mobil Hyundai H1 menuju Melaka Sentral. Ternyata bukan hanya kami saja yang akan menumpang, ada dua orang turis dari Filipina, yang baru tiba kemarin malam juga akan ikut bersama kami ke Melaka Sentral untuk tukar uang. 

Kami tiba di Melaka Sentral pukul 11.00, kami menunggu setengah jam sampai akhirnya naik ke dalam bus yang akan membawa kami ke Kuala Lumpur. Busnya bagus, ACnya dingin, dan tempat duduknya nyaman. Ternyata di Malaysia sini, ada aturan dimana tidak boleh makan di dalam bus. Pak Cik Sopirnya akan menegur langsung loh, makanya kebersihan di dalam bus sangat terjaga. 

Perjalanan memakan waktu 2 jam sampai akhirnya kami disambut hujan deras begitu sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), yang bagusnya melebihi Terminal 1 & 2 Bandara Soekarno Hatta hihi (Indonesia harus berbenah banget loh ini, masa kalah sama terminal di Malaysia). Setelah bertanya pada petugas, akhirnya kami menuju mesin Rapid KL dan membeli koin LRT jurusan Plaza Rakyat.

Koin Rapid KL untuk naik LRT

Sampai di Stesen Plaza Rakyat, kami berjalan ke arah keluar (clueless sih tapi tetap PD ngikutin mayoritas orang berjalan kemana) sampai akhirnya kami melihat bangunan hotel kami. Puji Tuhan… Ditengah hujan rintik-rintik, kami gak perlu nyasar seperti mencari hotel di Melaka kemarin. 

Proses check in di Hotel 99 Pudu berjalan lancar. Setelah kami membayar deposit sebesar RM 50, kamipun menuju kamar kami yang berada di lantai 1. Begitu sampai kamar, ada sedikit trouble dengan AC kamar yang kurang dingin. Tapi selebihnya kamarnya nyaman, luas, walaupun cat dan keramik interiornya memberi kesan gelap. 

Christmas comes early πŸŽ„
Kami memilih kamar standar without window
Lantai kamar mandinya agak licin

Waktu menujukan pukul 15.00 waktu setempat, kami ingat belum makan siang. Akhirnya suami berinisiatif pergi ke Sevel di dekat hotel, buat beli mie instant, yay! Sekalian saya titip snack karena sedang sakaw berat sama micin hihi…

Mamee Tom Yam nya enak sekali, saya sampai sekarang masih ngiler. Snack kejunya juga enak. Es krim Milonya kenapa sih gak ada di Indonesia??? Segeralah dijual di Indonesia, please!

Setelah ngemil cantik dan mandi sebentar untuk menyegarkan diri, kami siap-siap untuk walking tour. 

Di lobby hotel, kami sempat bertanya pada uncle yang sepertinya merupakan Manager hotel. Beliau menjelaskan detail sekali rute jalan menuju Masjid Jamek, tujuan pertama walking tour kami, jujur kami sangat terbantu. 

* * *

Masjid Jamek

Kami berjalan kaki 10 menitan sampai akhirnya tiba di Masjid Jamek. Tapi sayang sekali sedang ada renovasi, jadi kami hanya bisa menikmati keindahan mesjid ini dari luar saja, bahkan baru ingat untuk berfoto pas jalan menuju Dataran Merdeka hihi, lupa.

Masjid Jamek, difoto dari atas jembatan, alhasil foto mesjidnya sendiri jadi gak begitu kelihatan.

Selesai dari Mesjid Jamek kami melanjutkan berjalanan kaki lagi. Ketemu persimpangan, kami berbelok ke kiri dan terus berjalan lurus, sampai akhirnya tiba di…

Dataran Merdeka

Dataran Merdeka ini seperti alun-alunnya Kuala Lumpur. Bentuknya hanya lapangan rumput hijau yang luas dan ada tiang tinggi dengan bendera Malaysia. Karena dikelilingi oleh beberapa bangunan yang cantik, jadi berasa banget ‘luar negeri’ nya disini. 

Dataran Merdeka
Kolam yang berada di pinggir lapangan Dataran Merdeka
Potret Perdana Menteri, mulai dari yang pertama sampai yang keenam

Kuala Lumpur City Gallery

Dari Dataran Merdeka, kami berjalan kaki sedikit sampai akhirnya menemukan KL City Gallery yang sangat mencolok dengan susunan huruf merah bertuliskan I ❀ KL. Setelah berfoto di depan tulisan tsb, kami lalu masuk ke gallerynya dengan membayar RM 5 per orang. Di dalam KlCG kita bisa melihat koleksi miniatur bangunan seperti KLCG, Masjid Jamek, Dataran Merdeka, lengkap dengan sejarahnya. 

Mau foto disini? Antri dulu donk hihi…
Tampak samping bangunan KLCG
Sejarah Dataran Merdeka
Miniatur bangunan Kuala Lumpur City Gallery
Papan informasi, isinya mengenai sejarah Malaysia

Naik ke lantai 2, kita masuk ke sebuah ruangan gelap. Disana kita akan menonton slid show tentang kota Kuala Lumpur sambil melihat miniature kota yang menyala-nyala, keren!

Miniatur kota Kuala Lumpur yang detail sekali
Menurut kami, ketika kamu di KL, wajib banget ke KLCG ini!

Turun ke lantai satu, kita akan melihat sebuah ruangan kaca yang di dalamnya terdapat pekerja yang sedang membuat kerajinan. Kita bisa membeli kerajinan ini di gift shop yang letaknya masih di lantai 1 KLCG.

Workshop pembuatan ‘ARCH’
Hasil kerajinannya ada yang berupa miniatur, pajangan, gantungan kunci, dll…
Masuk ke dalam area gift shop, dijamin kepingin borong semua koleksinya ‘ARCH’
Magnet yang lucu-lucu, tapi harganya kurang lucu hehe…
Pajangan berbentuk Petronas Twin Tower
Ada pins & aneka mug juga yang dijual di gift shop
Ada kaos berlogo juga dijual disini.

Kami gak belanja apapun disini hihi.. Soalnya harganya agak mahal. Ohya, tiket RM 5 yang kami bayarkan bisa diredeem di gift shop atau di cafetaria dengan harga yang sama. Akhirnya kami pilih untuk ditukarkan dengan minuman.

Milo untuk suami dan Teh Tarik untuk saya.

Bertolak sari KLCG, kami berbelok kanan diperempatan, tapi sebelum melanjutkan perjalanan, kami foto-foto dulu hehe…

Muzium Muzik (Museum Musik), letaknya di samping KLCG
Berfoto berlatarbelakang Muzium Tekstil
Antrian lampu merah di luar negeri, rapih dan tertib

Kami berjalan lurus melewati terowongan artistik, tidak lama di sebelah kanan kami terdapat Masjid Negara yang bangunannya modern sekali. Dari Masjid Negara, sebenarnya sudah dekat jika mau mampir ke Kuala Lumpur Botanical Garden atau Taman Tasik Perdana, tapi kami memilih putar balik karena ingin segera ke KLCC.

Terowongan artistik

Kami melewati tunnel (terowongan bawah tanah) untuk menyebrang ke Stesen Kuala Lumpur. Dulunya stesen ini merupakan stasiun utama di Kuala Lumpur, namun sekarang perannya digantikan oleh KL Sentral. 

Public toilet sebelum masuk tunnel
Di dalam tunnel

Keluar dari tunnel, kami sempat bingung, gimana caranya bisa masuk ke dalam gedung stesen?! Padahal bangunannya di depan mata kami. Akhirnya kami menemukan tangga menuju stesen yang ada disamping gedung carpark.

Kebingungan kami masih berlanjut, gimana caranya bisa ke KLCC? Kami berinisiatif bertanya pada petugas konter tiket, kami diarahkan ke Stesen Pasar Seni untuk naik LRT ke KLCC. Untung saja ada jembatan penghubung dari Stesen Kuala Lumpur ke Stesen Pasar Seni, jadi kami tinggal ikuti petunjuk jalan saja. Sampai di Stesen KLCC, kami terhubung dengan sebuah Mall. Kami pikir nama Mallnya adalah Suria KLCC tapi ternyata bukan, nama Mallnya adalah Avenue K Shopping Mall. Dari mall tsb kami menyebrang jalan sampai akhirnya sampai di Suria KLCC.

Sampai di Mall Suria KLCC, kami bertanya lagi pada petugas, bagaimana cara kami bisa menuju taman untuk melihat air mancur musikal. Kami diarahkan masuk ke dalam mall, berjalan lurus sampai ketemu pintu keluar. Yeay, kami berhasil! 

Petronas Twin Tower berada tepat diatas Suria KLCC. Begitu megah di malam hari…
Air mancur musikal di KLCC, jadi tontonan menarik di malam hari

Pengalaman saya yang paling berkesan adalah ketika duduk di barisan paling depan saat menonton pertunjukan air mancur dan sedang dilantunkan lagu Satu Malaysia, ya ampun kok hati ini turut berdegup gempita ya. Sayangnya, memori hp saya full jadi tidak bisa merekam bagian itu deh.

Setelah cukup puas, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Tapi kami makan malam dulu, makan KFC 😁. Tapi kali ini menu KFC nya lebih enak, bahkan bikin saya ketagihan sama sambal dan cold saladnya, yummy…

Makan malam sederhana kami…

Yang kami lewatkan:

  1. Menjajal street food di Jalan Alor 🍑🍒🍲🍜
  2. Ngemall di sekitaran Bukit Bintang, termasuk beli sepatu Vincci di Fahrenheit. Akhirnya saya cuma “cuci mata” di outlet Vincci KLIA2.
  3. Ke Batu Caves, agendanya sih di hari ketiga tapi kami batalkan, mengingat kaki kami udah encok πŸ˜‚
  4. Ke Genting, kalau yang ini dari awal memang tidak diniatin sih karena waktunya terbatas sekali.

“Good health is the key to your travel.” ~ Claudia Kaunang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s