Malaysia · Traveling

Malaysia 2016: Belanja Oleh-Oleh di Central Market

Salah satu alasan saya dan suami untuk mencoba berpergian keluar negeri selain untuk berlibur (memberikan reward untuk diri kami sendiri atas kerja keras selama ini), juga untuk menambah wawasan dan pengalaman baru di negeri orang. 

* * *

Kalau jalan-jalan kemanapun pasti tidak ketinggalan acara beli oleh-olehnya. Begitupun dengan saya hehehe… Biar kata kaki ini udah mulai nyut-nyutan akibat diforsir jalan terus dua hari berturut-turut tapi ketika waktunya belanja oleh-oleh stamina saya langsung full 😁😁😁

Nah, supaya gak kalap, sebelum pergi saya sudah cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai tempat beli oleh-oleh dan ciri khas oleh-oleh disana apa saja sih. Tapi terus terang, saya menghindari beli souvenir macam keychain, fridge magnet, bags, atau semacamnya. Saya lebih suka beli cemilan hehe… dan ternyata di Kuala Lumpur sendiri yang terkenal adalah cokelatnya dan snek ikan. 

Dari banyak artikel di internet yang saya baca, tempat terbaik untuk beli oleh-oleh adalah di Central Market (Pasar Seni). Jadi mari kita berangkat *semangat 45* hihi… Tapi ternyata karena terlali semangatnya, kita jadi gak teliti baca reviewnya di internet mengenai jam operasional Central Market. Alhasil saya dan suami datang kepagian, jam 8 pagi sudah sampai. Padahal Central Market baru buka jam 10 pagi 😂 *gelo euy* hahaha…

Akhirnya saya dan suami, jalan kaki ke gedung sebelah Central Market yaitu Gedung Pos (Kantor Pos) untuk beli postcard karena mulai sekarang saya mau koleksi postcard daerah/negara yang sudah saya kunjungi. Tapi ternyata kantor pos tidak jual, mereka hanya jual stamps. Yah kecewa deh…

Dari Gedung Pos, kami akhirmya menyusuri Petaling Street (Chinatown) yang lokasinya diseberang Central Market. Kami memang belum sarapan, jadi pas banget nih disini banyak kedai makanan. Setelah lirik sana-sini, akhirnya suami ajak saya makan di sebuah Medan Selera (food court), makan nasi rames gitu. Menunya banyak dan bikin ngiler hehehe…

Petaling Street
Ternyata yang kami makan itu “economy rice” 😂 selain nasi rames ada juga yang jual Wantan Mee, masakan India, Chinese Food dll..
Menu suami, isinya ada nasi putih (thank God akhirnya ketemu nasi putih juga, hampir eneg kita makan nasi lemak hehe), lalu ada tumis kangkung, dan telur ceplok. Kata suami semuanya enak, mirip masakan mama di rumah.
Menu saya, ada nasi putih, tumis sawi, tahu masak saus tiram & daging, juga ada irisan sosis babi. Tahunya enak loh btw, tapi sosis babinya lebih enak yang biasa mama masakin di rumah 😢

Selesai makan dan muter-muter di Chinatown, kami mati gaya, jam baru menunjukan pukul 9 dan masih nunggu satu jam lagi sebelum Central Market buka. Akhirnya putar otak, suami kasih ide gimana kalau kita keliling kota naik Bus Go KL (free bus dari Pemerintah). Kebetulan kami sedang berada di tempat yang dilalui Bus Go KL purple line. 

FYI, semua Bus Go KL itu warnanya ungu, yang membedakan bus itu masuk ke purple, red, green, atau blue line, kita harus lihat di running text yang terpasang di kaca depan bus.

Lagi-lagi yang namanya jalan-jalan, gak seru donk ya kalau gak nyasar ataupun bingung. Termasuk bingung pas mau naik Go KL ini. Menurut sumber informasi di internet, kami harus tunggu bus di halte tapi kok di halte tempat kami berdiri, busnya nyelonong baeee… Akhirnya kami jalan cepat sambil ngejar bus, penasaran busnya berhenti dimana sih. Perasaan kami sudah nunggu ditempat yang benar, argghhhh… Sampai akhirnya kami tanya petugas kebersihan keturunan India yang informatif sekali dan… Kami bisa menemukan halte bus Go KL 🙌

Halte Bus Go KL – Bangkok Bank

Saran saya, kalau kamu mau naik bus Go KL, perhatikan rutenya baik-baik. Misalnya kamu mau naik bus purple line dari MayBank. Nah kalau gak ketemu halte di depan gedungnya, kamu puterin seluruh sisi gedung, entah itu di sisi kanan, kiri, dan belakang. Karena jujur posisi haltenya rada ajaib. Ciri khas haltenya ini atapnya terbuat dari bahan transparant (lihat foto diatas), kalau kamu beruntung akan ada tulisan Go KL di halte tapi kalau tidak kamu cuma menemukan halte biasa tanpa tulisan apa-apa. Untuk memudahkan saya kasih rute Bus Go KL ya (sumber dari internet):

Purple line
Red line
Green line
Blue line

Singkatnya kami berhasil naik bus Go Kl dan ikut muter-muter hihi.. Sampai akhirnya turun di halte Pasar Seni pukul 10.00, pas banget sama jam Central Market buka. Dari halte Pasar Seni cuma nyebrang jalan aja, sampe deh di Central Market. Happy! 😁

Welcome to Central Market, since 1888 loh!
Saya paling suka belanja di satu tempat yang di dalamnya udah komplit mau beli apapun. Di Central Market semuanya ada, mau beli souvenir, cokelat, cemilan, baju, lukisan, dll semua ada. Tapi jangan lupa nawar ya! Usaha dikit boleh kok hehee…

Karena saya sudah tau mau beli apa, jadi saya cuma menyisir lantai dasar CM saja dan berhenti di Choc Boutique yang berada ditengah-tengah hall (khusus menjual cokelat). Saya tanya cokelat green tea merk Alfredo berapa karena cokelat ini enak sekali, di Ranch Market juga jual tapi harganya 120k, di negara pembuatnya malah harganya cuma hampir 80k 😄. Total belanja di Choc Boutique abis RM 100, itu pun udah di-rem sama suami, khawatir gak bisa bawanya kami hehe..

Tuh kan, pengen borong semua.. 😅
Lagi promo, saya ikutan beli deh. Tapi pas kotaknya dibuka isinya sedikit hihi…
Belanjaan kami di Choc Boutique. Ternyata cokelat Date&Fate juga dijual di Ranch Market BSD City 😁

Selain beli cokelat, saya juga beli sebuah kaos merchandise Kuala Lumpur untuk papa saya dan juga gak ketinggalan, saya dan suami beli 2 pcs postcard untuk koleksi kami, yay!

* * *

Gak berasa kami menghabiskan waktu 1,5jam untuk berbelanja, lalu buru-buru jalan kaki kembali ke hotel kami untuk mandi dan check out. Rencananya kami akan ke Batu Caves, tapi ngebayangin mendaki 272 anak tangga kok saya dan suami lemas duluan ya. Dipikir-pikir daripada makin encok, lebih baik kami langsung menuju airport aja deh dan jalan-jalan di Mallnya KLIA2 hehehe… 

On the way to the airport.
Cemilan kami selama nunggu flight, Texas Chicken hehe.. Fast food mulu ya! Btw, ini bubur ayam tapi rasa nasi lemak cuma teksturnya aja yang kayak bubur 😂😂😂

Sekian catatan perjalanan kami di Malaysia selama 3D2N, sungguh berkesan untuk kami. Kami nggak kapok kok walaupun capek, yang ada malah ketagihan. Semoga kami diberi kesempatan lagi untuk traveling 😆

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s