Uncategorized

Sepenggal Cerita Siang dan Secangkir Wedang Jahe

Halo, selamat siang 😘

Saya baru saya selesai menunaikan tugas rumah tangga yaitu cuci baju hehehe… Sebelum lanjut beres-beres kamar, saya mau nulis iseng dulu ah di sini. Mau cerita soal bertukar angan sama sahabat saya Ka Glo kemarin pas di kantor. Ka Glo ini adalah seorang perempuan keturunan Flores yang merupakan teman kerja saya di kantor dan kami punya job yang sama. Kadang kalau lagi dapat tugas masuk kerja pas weekend, saya suka duet sama dia. Udah deh, kerjaan kami lebih banyak curhat-curhatan sampai ngobrol ngalor ngidul hehe…

Saya dan Ka Glo, lagi dinas di weekend (foto tahun 2015).

Nah kemarin ini, di Marketing Gallery memang sedang sepi. Ka Glo ijin sebentar mau ke toilet, tapi gak lama saya di WA suruh nyusul dia duduk-duduk di taman depan gedung. Katanya anginnya lagi enak banget, oke deh saya akhirnya nyusul hihihi…
Kalau udah duduk-duduk gini, mana cuacanya enak banget, gak panas, cenderung windy (sampai berasa kayak jadi model iklan shampoo), udah deh paling enak ngobrolin angan-angan hihi… Ceritanya bergulir begitu saja dari mulut kami, sampai akhirnya di satu titik, kita kompak bilang, “kok sama sih cita-cita kita???” Hahahaaa…

Jadi kalau disimpulkan, saya dan Ka Glo punya kesamaan cita-cita pas kami menginjak usia menua nanti. Tinggal disebuah daerah tenang dan mengelola sebuah guest house. Setiap pagi kami akan ke pasar terdekat untuk membeli bahan-bahan masakan untuk restoran kami dan pada sore hari kami akan menyiram tanaman sambil sesekali menyapa hangat tamu-tamu kami, what a wonderful life!

Pada pukul 4 sore, kami akan mengundang para tamu guest house untuk tea time di teras rumah kami. Saya dan Ka Glo juga membayangkan bahwa suatu hari nanti kami akan saling berkunjung, mengobrol di depan teras di temani aneka snack dan segelas weddang jahe. Yup, weddang jahe, untuk menghangatkan badan wanita yang tidak lagi muda hehe.. 

Ginger tea – image from shutterstock

Cerita kami pun berakhir saat ada angin kencang datang, Ka Glo bilang, angin tersebut akan membawa angan-angan kita untuk disampaikan ke Allah Bapa di Surga. Kami pun saling mengamini. 


Suatu hari, saya sedang menginjakan kaki di sebuah rumah pantai yang teduh, memandang jauh ke lautan yang biru. Juga Ka Glo, yang akan menginjakan kaki di halaman rumput basah, menghirup dalam-dalam udara pegunungan yang segar, dan bersyukur bahwa cerita siang kami pada tanggal 3 Desember 2016 menjadi kenyataan di tahun-tahun setelahnya. 

Jika suatu hari itu datang, saya akan menunjukan tulisan ini ke Ka Glo… πŸ’•

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s