Uncategorized

Koleksi Prangko

Hari ini kebetulan lagi di rumah lama, saya nggak sengaja buka lemari buku dan menemukan kotak kecil berisi ATK saya. Ternyata di dalam kotak lusuh tsb, saya menemukan kumpulan prangko (bukan perangko ya!) tersusun rapih yang dijepit paperclip. Iseng, saya buka isinya, wow ini kan prangko yang saya kumpulkan sejak masih kerja di perusahaan distributor cutting tools 8 tahun lalu. 

Salah satu prangko favorite saya dari Singapore, cantik ya…

Jadi, perusahaan pertama tempat saya kerja itu, merupakan distributor beberapa merk cutting tools dari luar negeri seperti Jerman, Swiss, dan Singapore. Perusahaan tsb otomatis suka mengirimkan surat ke kami, baik itu invoice dll. Awalnya saya hanya iseng sih, melihat amplop surat dari luar negeri itu cuma dibuka, diambil isinya, lalu amplopnya dibuang. Akhirnya saya iseng ambilin amplop bekas tsb, lihatin prangkonya yang ternyata unik-unik. Ya sudah, saya copotin satu-satu hehe… Dari sanalah, saya selalu pesan sama senior saya, kalau terima amplop berprangko tolong kasih saya 😁

Prangko seri Helvetia dari Swiss
Prangko dari Jerman
Prangko bergambar bunga dari Jerman

Perusahaan kedua tempat saya bekerja, merupakan produsen cat. Kalau disini, panen prangko saya lebih banyak yang lokal karena memang bisnisnya kan lebih ke dalam negeri. Jadi selama kerja di perusahaan ini, saya lebih banyak koleksi prangko bergambar melati senilai Rp 1.500,- sampai saya punya banyak sekali loh πŸ˜‚

Prangko Indonesia bertema Pemilu tahun 2009
Prangko Indonesia bertema Piala Dunia di Afrika Selatan tahun 2010
Prangko Indonesia bertema perayaan 50th Gerakan Pramuka

Kalau di perusahaan ketiga tempat saya kerja, lebih-lebih, malah tidak ada surat yang datang dengan prangko. Semua lewat jasa pengiriman hahaha… Tapi kemarin ini, lumayan saya dapat 4 prangko hasil dapat dari kiriman kalender dari PSA. Vincentius. 
Sementara ini, prangko yang saya kumpulkan cuma saya rapihkan, dipaperclip, dan masuk kotak. Kata papa saya, baiknya ditaruh di stamp album. Saya sudah minta tolong suami carikan di toko buku besar, soalnya sekarang agak sulit ya cari stamp album.

Ohya, tadi tuh saya buka-buka koleksi prangko bareng papa saya juga. Beliau cerita waktu muda juga koleksi prangko Indonesia edisi Flora dan Fauna. Saya ingat juga waktu kecil papa memang koleksi, tapi sayang, saya jugalah yang menghancurkan koleksinya. Awalnya saya buat main, saya cabut dari tempatnya, tempel sana-sini, robek, udah deh habis tak tersisa. Ingatan saya jelas banget kok, prangko koleksi papa banyak sekali. Kalau saja waktu itu tangan saya gak jail, wah mungkin sudah diwariskan ke saya ya. Lalu akan saya sayang-sayang prangkonya bak puteri raja hehehe… 

Sekian cerita saya soal prangko, kalau ada yang dapat surat berprangka, daripada dibuang lebih baik kasih ke saya hehee.. Siap menampung kok saya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Semoga kedepannya bisa semakin bertambah yaa koleksi saya. πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s