Uncategorized

Menyusun Itinerary dan Anggaran Biaya Travelling

Travelling saat ini bisa dibilang menjadi bagian dari gaya hidup kaum milenial. Kalau dulu, tas mewah dan barang-barang keluaran produk fashion ternama menjadi salah satu bentuk penyaluran hedonisme, maka sekarang sudah tidak terlalu lagi. Nah, masalahnya adalah gak semua kaum yang hidup di jaman ini semua berduit, kalau semua nunggu kaya raya, gimana caranya bisa mewujudkan impian keliling dunia? *lalu meratap nanar ke saldo tabungan*

Cara cerdas untuk bisa travelling tapi gak menguras kantong, yaitu dengan cara gaya backpacker. Bermodal nekad, sedikit keringat, dan uang seadanya, kita bisa berkesempatan untuk menjelajah tempat baru. Tapi bagi saya dan suami, gaya backpacker demikian kurang cocok. Money oriented memang wajib tapi kenyamanan tetap nomor satu. Jadi pastilah bed bunker kami coret dari istilah kamus jalan-jalan kami. Tapi kalau hostel berkamar sempit, street food (lirik tajam ke arah suami yang clean-freak!), juga minim budget oleh-oleh, okelah saya gabung. Setuju saya, demi pengalaman menjejak di tempat baru, saya rela… *lalu diiringi backsound lagu dangdut*

Salah satu cara paling ampuh untuk menyiasati biaya siluman selama travelling adalah dengan cara secermat mungkin menyusun itinerary dan anggaran biaya hidup selama disana. Tapi jujur ya, kalau jalan-jalannya masih di dalam negeri, saya jarang buat anggaran biaya karena mengingat biaya hidup di tempat tujuan dan kota saya tinggal tidak berbeda jauh. Tapi kalau di luar negeri, jujur saya takut. Takut kalau mahal banget hahaha.. Ya habis gimana donk, cari uang jaman sekarang kan gak mudah, jadi harus sebijak mungkin mengalokasikannya. 

Untunglah sekarang mau cari informasi apapun sudah mudah. Tinggal buka internet saja dan masukan keywordnya di search engine Google dan gak lama semua informasi keluar. Mulai dari contoh itinerary, cara menuju tempat tujuan, HTM tempat wisata, bahkan sampai harga naik bis/MRT semua ada. Intinya harus rajin-rajin cari dan banyak membaca sih, lalu dicatat. Suami saya selalu bilang kalau kita cermat, kita bisa on budget, liburan kita akan semain menyenangkan karena habis pulang liburan gak perlu pusing. Tapi kalau ternyata banyak biaya siluman, nah loh pulang-pulang gigit jari deh. Yang ada malah berhutang untuk liburan, jangan sampai ya…

Saat ini, saya lagi giat-giatnya googling soal liburan kami ke Hong Kong. Kalau sempat, saya selalu cari penerbangan murah yang paling nyaman waktunya. Juga banyak baca soal penginapan yang banyak direkomendasikan travel blogger. Untuk penginapan, memang agak mengerikan ya di HK ini. Tarifnya mahal dan ukuran kamarnya sempit, makanya kita harus pintar-pintar cari referensi. Yang mahal banyak, tapi yang murah dan nyaman juga ada kalau mau tekun mencari. 

Hal serupa juga berlaku saat cari tiket atraksi, seperti tiket masuk Disneyland. Paling gampang, tinggal datang ke travel agent besar di Indonesia trus beli disana. Tapi yang namanya budget traveller harus bisa dapat harga terbaik kan ya, supaya bisa hemat. Nah, saran saya, lebih baik bandingkan dulu harga tiket yang dijual dibeberapa website terpercaya, seperti langsung ke website resmi HK Disneyland: hongkongdisneyland.com,  klook.com, atau asiatraveller.com dan jangan lupa bandingkan paketnya. Mana yang lebih menguntungkan ya. Rata-rata harga tiket online lebih murah daripada langsung walk-in ke tempat wisata.

Selain Disneyland, ada juga Madame Tussauds di kawasan The Peak. Cuma saya galau karena harga tiketnya mahal, saya sempat pikir-pikir apa ke MT di negara lain aja ya lain kali. Karena MT selain di HK juga ada di Singapore, Thailand, Tokyo, dll.. Okey, masih dalam tahap dipertimbangkan sih. Secara saya dan suami juga belum ada rencana ke negara lain yang ada MT nya. 

Tips berhemat lainnya, yaitu dengan cara memanfaatkan fasilitas gratis dari Pemerintah atau Swasta. Bersyukurlah saya, karena di Macau, rata-rata hotel disana menyediakan free shuttle dari Terminal Ferry ke hotel mereka. Jadi kami bisa menumpang, walaupun kami tidak nginap di hotel mereka (katanya) tidak masalah. 

Sekian cerita soal kesibukan saya dalam mempersiapkan itinerary dan estimasi anggaran biaya untuk pergi ke tempat liburan kami selanjutnya. Semoga Tuhan mengizinkan, semoga lancar ya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s