Uncategorized

Bukan Sebuah Kebetulan

Saya termasuk orang yang tidak percaya akan sebuah kebetulan, bagi saya apapun di dunia ini pasti memiliki arti khusus dan tujuan tertentu dari Sang Maha Pencipta. Seperti pagi ini, saya mendapat sebuah email dari sebuah website yang saya ikuti, isinya kurang lebih mengenai motivasi dan pengembangan diri. 

Judul yang tertanda dalam email tersebut adalah Inside Job. Setelah saya membaca sampai selesai isi email tersebut, saya merasa sedang diingatkan sama Tuhan untuk selalu memelihara kebaikan dalam diri saya. 

Supaya gak penasaran, saya bagikan di sini ya cuplikan emailnya:

“Whatever feelings you have within you are attracting your tomorrow.

Worry attracts more worry. Anxiety attracts more anxiety. Unhappiness attracts more unhappiness. Dissatisfaction attracts more dissatisfaction.

AND . . .

Joy attracts more joy. Happiness attracts more happiness. Peace attracts more peace. Gratitude attracts more gratitude. Kindness attracts more kindness. Love attracts more love.

Your job is an inside one. To change your world, all you have to do is change the way you feel inside. 

How easy is that?”

Segala kebaikan bermula dari diri kita sendiri, semakin kita merasa bersyukur maka rasa syukur tersebut akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Kadang bersyukur memang susah banget dilakukan di masa-masa sulit. Sebagai manusia, saya juga pernah mengalami masa-masa dimana saya kecewa sama Tuhan, saya ngambek. Gak mau berdoa, gak mau ke Gereja karena saya ngerasa Tuhan gak adil sama saya.

Satu kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika saya sedang dalam pergumulan berat dan tidak tahu jalan keluar apa yang paling baik. Saya memutuskan untuk datang berdoa di Gua Maria. Teman saya yang beragama Protestan ikut menemani saya. Saat sedang berdoa, saya tidak bisa menahan isak tangis lagi, teman saya spontan langsung memeluk saya dan membisikan kalimat doa yang menguatkan. 

Yang paling mengharukan adalah ketika ada sekelompok Ibu-Ibu menyanyikan lagu Allah Peduli di samping Gua Maria, seketika tangisan saya pun pecah. Saya gak kuat lagi, rasanya semua beban yang ada di diri ini keluar begitu saja di hadapan Bunda Maria. Ibu-ibu tsb terus bernyanyi sampai akhirnya saya bisa tenang dan tidak menangis lagi. Rasanya seperti Tuhan sedang mengirimkan malaikat-malaikatnya di dekat saya, untuk memberitahu saya bahwa semuanya akan berlalu. Tuhan memberikan saya sahabat terbaik yang menemani saya disaat saya jatuh dan mengirimi saya pesan lewat nyanyian Ibu-Ibu tersebut, bahwa Allah Peduli.

Sampai akhirnya saya melewati persoalan tersebut, saya tersadar bahwa saya sedang didewasakan. Saya ditempa dan diajar untuk menjadi orang percaya karena sebelumnya saya terlalu mengandalkan kekuatan diri sendiri. 

Dari sanalah, saya percaya bahwa semua terjadi bukan karena sebuah kebetulan. Tapi sudah menjadi rencana Tuhan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s