Lombok · Traveling

Lombok 2017: Eksplor Gili Trawangan (Bagian 2)

Beberapa locals yang ketemu atau ngobrol sama kami, pasti menyayangkan keputusan kami untuk tinggal selama dua hari di Gili Trawangan. Menurut mereka, sehari saja sudah cukup untuk mengelilingi gili dan snorkeling di tiga gili utamanya. Dan percayalah, yang mereka katakan ada benarnya 😁 karena di hari pertama ketibaan kami di Gili T, kami ngerasa gak ada yang istimewa banget sama pulau ini. Atau mungkin, jiwa kami yang gak ngena, abis gimana donk saya dan suami basicnya memang gak suka party dan hura-hura 😥

Berangkat dari sanalah, di hari kedua, kami memutuskan untuk menyewa sepeda dari penginapan dan berkeliling pulau. Berbekal rasa penasaran, peta Gili ukuran A3 dan informasi dari staff penginapan, serta perut kenyang habis sarapan, maka kami (yang tanpa mandi dulu 😂) langsung berangkat bersepeda. Have a nice day, begitu kata beberapa staff penginapan sambil melambaikan tangan saat kami keluar pintu penginapan, cool!

Nasi goreng dan teh melati untuk suami, sedangkan sarapan saya lebih kebarat-baratan hehe, yaitu egg & bacon ditambah baguette dan ginger tea.

Starting point kami yaitu dari dermaga utama, kami berbelok ke arah barat (arah kanan jika hadap ke pantai). Kenapa? Soalnya kemarin sore kan kami sudah eksplor yang sebelah kiri 😂😂😂 hahaha, cetek banget ya alasannya. Btw, sisi barat Gili Trawangan terkenal lebih ramai karena banyak berdiri resort mewah dan restoran besar, berbanding terbalik dengan sisi timur gili yang lebih sepi turis. 

Selamat pagi dari Gili Trawangan 🌞 
My favorite person in the world 😘
Ketemu pantai cantik dan sepi, kami gak mau melewatkannga donk hihi… Jadi sepedanya kami parkir bentar, eh dijadiin obyek foto bagus juga ya 😆
Jadi kalau malam, pinggir pantai ini disulap jadi tempat makan cantik ala candle light dinner gitu. Kalau siang ya gini keadaanya, sepi…
Trus ngeliat sesuatu yang unik, kami cuma ngerem bentar buat foto.
Casa Vintage Beach ini gemesin banget deh…

Beberapa kali, kami harus mendorong sepeda karena jalan yang kami lalui berpasir. Mayan juga sih buat pelemasan otot pinggang haha, tapi dalam hati bisa gempor juga kalau kelamaan ngedorong sepeda 😂 Udah mana cuacanya kayak galau gitu, kadang panas banget, berangin, kadang mendung. Jadilah selain kulit perlahan menggosong, perih, hasil foto pun ya gitu deh, ada yang cerah banget, ada yang gelap huhuhu…

Trus ya, selama perjalanan, kami mencari-cari dimana sih letak ayunan famous punyanya Ombak Sunset. Kalau saya baca di internet, katanya kalau mau foto disana harus sampai antri panjang loh. Kan jadi penasaran haha… 

Eh, gak taunya ayunannya ada di depan kami, yayyyy…

Total ada tiga ayunan disini, dua yang single dan satu yang double. Semuanya kalau mau foto ya ngantri hihi… Eniwei, ada petugas juga loh yang stand by in case kalau ada yang mau difotoin trus dicetak ekspres sekalian.

Karena air lautnya sedang pasang, jadinya dudukan ayunannya hampir terendam. Saya paksa suami supaya foto buat kenang-kenangan, beruntungnya dia mau hihi… Cuma ya gitu deh gayaknya gak fotogenic 😅 suka-suka dia aja. Saya sendiri gak foto di ayunan tsb, habis dalam airnya.
Iseng foto karang di pinggir pantai, cantik ya (kayak saya) *kaburrr 😂
Ketemu pantai dengan bean bag yang colorful, mirip La Pancha di Bali

Stamina kami makin drop, air minum yang kami bawa semakin menipis. Akhirnya saya bilang ke suami untuk mampir bentar untuk minum air kelapa muda. Air kelapa sendiri sangat bagus untuk mengembalikan ion tubuh yang hilang, makanya habis minum air kelapa biasanya tubuh yang kelelahan bisa segar dan semangat lagi. 

Minum air kelapa dulu, muka saya udah gak jelas deh hahaha…
Saya sebenarnya gak mau foto suami, tapi mau foto papan kecil diatas itu loh. “Lombok Mushroom”, hayoo yang pernah jalan di Legian pasti gak asing deh sama si jamur ini hahaha, ternyata Lombok juga punya jamur sakti! (yang gak paham, coba googling sendiri ya!)

Setelah kembali semangat, kami dorong sepeda lagi karena jalanan di depan kami sudah berpasir semua. Menurut buku travelling yang kami baca, di depan kami menanti jalan buntu (langsung pantai) yang mengharuskan kami mengangkat sepeda melewati jalan setapak yang kalau sampai keserimpet jalannya, waduh repot deh bisa nyebur ke laut *ngeri ya. Tapi itulah seninya muahaha… 😒😒😒

Jalan buntu, suami saya berinisiatif “survey” dulu apakah jalan setapak di depan kami cukup aman untuk dilewati.
Sementara suami survey, saya ambil gambar dulu. Yang bulet-bulet itu fungsinya sebagai pemecah ombak ya.
Jadi sepedanya diangkat ke batu tsb, kita tuntun deh, jalannya juga pelan-pelan karena pas ditikungan depan, batunya abis donk hiks, jadi harus turunin sepedanya ke bawah lagi. Bagian ini yang harus hati-hati karena sebelah kita sudah laut. Byuuurrr…
Ketika kami sudah berhasil melewati jalan setapak tsb, kami papasan dengan sekelompok turis lokal dan bule yang lagi bengong melihat jalan buntu di depan. Tapi pas lihat kami, mereka langsung tanya apa jalan di depan aman dilewati dll.. Rupanya mereka mau menuju ayunan di Ombak Sunset.
Mampir foto lagi 😅
Dorong terusss…
La Moomba

Setelah melewati La Moomba, kita ketemu jalanan keras lagi yay! Jadi gak perlu dorong sepeda lagi, tapi pas naik sepeda kok rasanya (maaf) pantat udah pada sakit ya muahahaha… Alhasil, gaya gowes kita udah kacau deh haha… 😂😂😂

Total bersepeda keliling pulau menghabiskan waktu 2,5 jam 😄 lumayan juga ya. Sebelum balik ke hotel, kita mampir beli makan siang dulu. Yap, nasi bali puyung lagi, abis enak sih hihi… Trus saya ngiler juga lihat sate sapi yang lagi dibakar saya si ibuk, alhasil saya beli juga deh. Belakangan saya baru tau namanya sate rembiga, seriously, the taste was like heaven in our mouth! enak bingitsss…

Sate Rembiga khas Lombok

Sesampainya di penginapan, kami langsung mandi, gak lupa pake aloe vera gel dulu buat ngademin kulit kita yang perih akibat terpapar sinar matahari terlalu lama (sunburn). Baru setelahnya kami makan siang dan goler-goleran cantik. 

Saya juga sempetin buat baca buku di teras sambil ngeteh dan ngemil pocky banana, kalau suami sambil ngopi. Wah enak banget deh, anginnya sepoi-sepoi kan, jadi berasa kayak di rumah sendiri 😀 

Bacaan terbaru saya…

Menjelang sore, suami ngajakin berenang di laut. Masa udah di gili, mana gak ambil paket snorkeling, gak cobain juga berenang di lautnya. Rugi donk ah! Akhirnya sore itu, kami berenang di laut… Tapi gak ada dokumentasinya, soalnya gak bawa handphone atau kamera hehe…

Tulisan berikutnya, kami akan pindah daerah ke Lombok Selatan yang terkenal dengan keindahan pantainya. 
* * *

Gili Trawangan, catatan penting dari kami:

  1. Everything so expensive in Gili. Begitupun dengan tarif cidomo yang mahal. Kalau kalian berencana bermalam di Gili T, coba cari penginapan yang dekat dengan dermaga. Jadi bisa jalan kaki. Fyi, tarif cidomo 100-150k.
  2. Tarif public snorkeling sekitar 100k untuk tiga gili, ada jam khusus gitu. Kalau mau sewa private boat untuk snorkeling biayanya mayan juga. 
  3. Sewa sepedalah supaya bisa mobile selama di Gili T, tarif sewa sepeda berkisar antara 35-50k. Jangan lupa minta gembok ya, jadi kalau kalian berenang, sepedanya di gembok dulu supaya gak hilang.
  4. Untuk makan siang enak tapi terjangkau, coba local food di sekitaran dermaga. Ada ibu-ibu jual nasi balap puyung, sate-satean, buah potong dengan harga terjangkau. Tapi biasa, tawar dulu karena mereka suka aji mumpung juga sama turis. 
  5. Local food di Pasar Malam Gili Trawangan kurang enak dan saran aja sih, kalau kalian kepingin banget makan seafood di Gili, better go to scallywags aja deh! 
  6. Hiburan malam terpusat di bagian barat Gili. Kalau bagian timur, lebih sepi tapi kalian bakalan lebih banyak ketemu penduduk asli situ. Jadi waktu hari pertama, saya dan suami gak sengaja potong jalan lewat gang kecil yang bikin kami jadi tau, oh gini toh keseharian penduduk Gili T.  
  7. Signal telepon dan internet bagus kok di Gili, jadi gak usah takut mati gaya 😄 cuma yang saya binggung kenapa rata-rata penginapan gak kasih televisi ya?! Karena penasarannya, saya dan suami sampai tanya ke Illario (Italian, manager Cotton Tree Cottages) dia bilang memang gak banyak yang nanya dan minta. Tapi mereka akan improve tahun depan untuk TV. 
  8. Nanti syaa update lagi ya kalau dirasa ada yang kurang 😊
Advertisements