Lombok · Traveling

Lombok 2017: Hari ketiga di Lombok

Setelah menghabiskan dua hari di Gili Trawangan, kami bergegas check out dari Cotton Tree Cottages dan bersiap menuju dermaga untuk diantarkan ke Pantai Kecinan. Di Kecinan, Pak Komeng, staff rental mobil telah menunggu kami. Yap, kami rental mobil self driving selama dua hari untuk menjelajah daerah selatan Lombok dan Senggigi. 

Mampir beli Gili Gelato yang famous itu. Harga 1 scoop 25k, kalau 2 scoop 35k.
Varian Gili Gelato yang bisa dipilih…
Saya pilih 1 scoop Brownies Gelato, kata mbaknya ini best seller dan memang enak sih. Selain itu yang bikin unik itu conenya, enak deh garing.
Sambil makan gelato, saya fotoin rombongan yang pada mau ikutan public snorkeling.
Lagi nunggu dijemput fastboat, ternyata kalau mau balik dari Gili Trawangan, kita gak bisa naik fastboat dari dermaga kedatangan. Naiknya dari depan Mesjid Agung, jadi kita perlu jalan kaki 10menitan deh. Gelato saya udah gak karuan bentuknya, mencairnya parah banget sampai bikin lengket kedua tangan saya.

Note: diatas itu video iseng yang saya ambil sewaktu nungguin fastboat hihi…

Kami perlu menunggu 30 menit setelah suami menelepon pemilik kapal untuk menjemput kami.
Good bye Gili Trawangan.
Bonus πŸ˜†

Yang perlu diperhatikan jika mau rental mobil self driving di Lombok adalah:

  1. Gak semua rental mobil mau kasih rental lepas kunci, intinya gak segampang di Bali lah. Hal ini dikarenakan kasus curanmor di Lombok masih sering terjadi.
  2. Tanya yang jelas mengenai jam pemakaian. Sepengalaman kami, sewa mobil lepas kunci itu hitungannya 24jam, tapi di tempat kami ngerental mereka memberlakukan 12jam. Nah loh, akhirnya setelah diobrolin, mereka oke juga 24jam.
Karimun Wagon R, yang menemani kami menjelajah Lombok selama 2 hari.

Dari Kecinan, suami langsung mengarahkan mobil yang kami rental untuk menuju ke Kuta di selatan Lombok. Kami memakai bantuan Gmaps dan memerlukan waktu 1,5 jam untuk sampai ke Kuta. Sepanjang perjalanan menuju Kuta, kami melewati By Pass yang jalanan aspalnya mulus dan lebar. Namun sayang roda perekonomian dan pariwisata di Lombok masih belum menggeliat padahal pembangunan fisik dan infrastrukturnya sudah baik dan menunjang sekali loh.

Jalanan di Lombok.

Kami sampai di Airy Raya Pantai Kuta dengan selamat tanpa nyasar πŸ˜€ Sedikit membahas soal kenapa akhirnya kami memilih AiryRoom adalah karena setelah melihat-lihat penginapan di daerah Kuta di internet kok gak ada yang nyantol di hati kami ya. Rata-rata hotel yang kami lihat itu sudah kuno dan less maintenance, jadi kesannya kan spooky. 

Nah, akhirnya suami cari lagi ketemulah ada dua AiryRoom di Kuta. Lalu saya install mobile apps nya Airy, kebetulan banget ada promo bokek50 (potongan 50ribu, mayan banget kan daripada booking langsung ke hotelnya). Setelah menimbang-nimbang akhirnya terpilihlah Airy Raya Pantai Kuta yang bekerjasama dengan Family House Cottage. Kami hanya membayar 372k setelah dipotong kode promo diatas hahaha…

Bangunan restoran merangkap lobby di depan.
Asri ya suasana hotelnya…
Kamar Superior yang kami pesan.
Kamar kami ditata khas Airy banget, dua bantal biru, dapat sunrise meal, trus dapat toiletries standar Airy juga.
Ada kolam renang juga…

Karena di luar hujan, maka kami memilih untuk stay di dalam kamar saja. Kondisi cuaca gini memang paling bikin mager (malas gerak hahaha…). Saya dan suami juga sengaja cuci muka dan sikat gigi, duh langsung segar banget. Maklum selama dua hari di Gili, kami ketemunya air payau dan air laut terus, bikin muka saya jerawatan parah hiks.

Setelah hujannya mereda, kami sempat main ke Pantai Kuta. Tapi cerita lengkapnya, sekalian nanti saya tulis barengan dengan pantai yang lain ya…

Ohya, pengalaman dinner kami di Family House juga baik banget. Saya dan suami yang kala itu sudah coba cari referensi tempat makan di sekitaran hotel, akhirnya end up di resto hotel juga. Tapi rupanya kami gak salah pilih, ayam betutu bakar yang kami order enaknya kebangetan. 

Restoran hotel sudah sepi hehe…
Ayam betutu bakar, lengkap dengan plecing kangkung dan nasi putih. Satu porsi dihargai 50k.

Untuk sarapan, made by order sistemnya dan kita boleh pilih mau nasi goreng atau pancake. Minumnya boleh pilih kopi, teh, dan orange juice. Tentunya kami berdua pilih nasi goreng yang rasanya lumayan juga. Untuk minum, seperti biasa hot tea untuk saya dan orange juice untuk suami.

Suasana resto di pagi hari (yep, kami duduk di tempat yang sama saat dinner semalam haha).
Saung lesehan juga tersedia. Ohya yang unik nih, pas sarapan masa musik yang diputar adalah musik sundaan gitu muahahaha, Lombok rasa Garut ieu mah.
Hot tea and fresh orange juice.
Nasi goreng dan telur ceplok yang cukup mengenyangkan sampai siang…

Tulisan saya selanjutnya, soal pantai-pantai cantik di Lombok ya… πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

* * *

AiryRoom, di mata kami:

  1. Kalau saya baca-baca websitenya Airy mereka memang punya standar kenyamanan gitu. Misalnya nih di dalam kamar pasti ada flat screen TV, Wifi, hot water, dll gitu. Jadi kalau pesan kamar di Airy manapun standarnya sama. 
  2. Dapat komplimen sunrise box yang isinya teh pucuk 2 botol, mineral water 2 botol, sama snack kayak biskuit. Jujur sunrise box ini bikin happy 😜 bisa ngemil gratis hihi… Ohya kita juga dapat toiletiers standar Airy plus pouchnya boleh dibawa pulang juga. Ya, walaupun kualitas sikat gigi, odol, dll ya gitu deh haha kurang suka sayanya.
  3. AiryRoom yang kami inapi, gak dari receptionist, staff restoran, housekepping, semuanya ramah. Selalu menyapa kami, trus ya pas kami mau jalan kaki cari sendal jepit (mungkin dikira mau cari oleh-oleh kali ya), staff hotel memberikan informasi tentang pasar lokal sekitar. Sekalian buat promosi wisata katanya hehe…
  4. Overall, pengalaman pertama kami menginap di AiryRoom Raya Pantai Kuta – Lombok cukup baik. Kami dapat fasilitas yang pantas, sesuai dengan yang kami bayarkan. Awalnya sih saya takut hotelnya kurang nyaman, seperti yang saya bilang diatas. Tapi ternyata hotel ini kayaknya baru renovasi, jadi suasananya lebih fresh dibandingkan dengan hotel tetangganya πŸ˜€
Advertisements