Lombok · Traveling

Lombok 2017: Menyusuri Pantai Cantik di Selatan Lombok

Beach time, yeay…!!!

Di Gili Trawangan kemarin, walaupun gak nyobain snorkeling tapi saya cukup puas main di pantainya. Pasirnya empuk, enak banget deh. Selain itu saya dengan bebas pakai baju lengan pendek, celana pendek (kalau bikini, tentu enggak pede hahaha), tiduran di pasir pantai (dan tanpa sadar lama-lama menghitam 😂) trus kalau udah bosen ya nyebur kelaut, and repeat, tanpa terusik sama pandangan mata aneh orang-orang. Ini Gili loh, dimana kamu bebas ngapain aja tanpa dinyinyirin orang muahahaha… 

Nah, sekarang saya akan tuliskan pantai-pantai cantik yang kami singgahi di Selatan Lombok. Selamat ikutan terkagum-kagum ya kayak kami 😍

          1. Pantai Kuta – Lombok

Pantai Kuta ternyata bukan hanya ada di Bali. Lombok juga punya loh 😁 tapi ada bedanya, karena pasir di Pantai Kuta – Lombok ini berbentuk butiran lada/merica yang berwarna cokelat kekuningan. Kalau kita jalan diatasnya, kaki kita akan ambles hihi. Hal lain yang menarik dari Pantai Kuta adalah banyaknya anjing liar yang ikutan main disini, tapi gak usah takut karena mereka jinak kok dan cenderung menjauhi manusia. 

Pantai Kuta, sehabis hujan.

Hal menyebalkan yang saya temui disini adalah soal Ibu-ibu penjual cenderamata di Pantai ini yang agak maksa, agresif dan gak pantang menyerah. Padahal saya sudah menolak dengan halus, masih giat juga, eh belakangan saya malah dijutekin. Idih, gitu banget, kesyel 😤 Juga hati-hati sama anak kecil yang menawarkan bantuan untuk fotoin kalian, karena mereka melakukan itu bukan cuma-cuma tapi minta imbalan setelahnya. 

Tapi diluar hal tersebut, Pantai Kuta wajib dikunjungi bagi kalian yang baru pertama kali ke Lombok. 

Biaya yang dikeluarkan: parkir Rp 10.000,- per mobil.

Pantai Kuta yang mendung kelabu.
Menggalau di Pantai Kuta…
Tuh kan, mau jalan susah, kakinya ambles terus 😂😂😂
Pasir lada/ merica…

          2. Pantai Mawun 

Pantai Mawun ini kami datangi di hari ke empat, setelah check out dari Airy Raya Pantai Kuta. Menurut informasi staff hotel, jalan menuju Pantai Mawun sudah beraspal bagus dan dapat ditempuh dalam waktu 20 menit berkendara dengan mobil.

Perjalanan menuju Pantai Mawun, kalau diperhatikan dengan seksama, didepan sana itu sudah membetang laut. Tapi untuk menuju pantai sendiri jalan yang kami lalui masih jauh.

Sayang sekali, saat tiba di Pantai Mawun, hujannya semakin menjadi. Setelah menunggu cukup lama di mobil, kami memutuskan untuk nekad keluar, gak betah soalnya hahaha 😞 Tapi apa boleh buat hujannya awet banget kaya pakai formalin. 

Pantai Mawun disaat hujan…
Bentuk pantainya mirip tapal kuda, diapit oleh lembah.
Menanti hujan yang tak kunjung reda…

Ohya, oleh seorang mas penjual makanan, kami juga dipersilahkan duduk di pendopo supaya gak kebasahan tapi ada pesan sponsor juga, mbaknya kalau ada perlu apa, mau pesan makanan atau minum air kelapa cari saya ya mbaknya. Iyes masnya 😂 tapi ujung-ujungnya kami gak pesan apa-apa soalnya mau lanjut perjalanan lagi, maaf ya masnya 😗

Biaya yang dikeluarkan: parkir Rp 10.000,- per mobil.

Abis wefie, kita cabut. Let’s gooo…

          3. Pantai Selong Belanak

Dari Pantai Mawun, kami melanjutkan perjalanan ke pantai yang ingin banget saya kunjungi, bahkan saya pernah nulis di travel bucket list saya kalau saya kepingin nginep di salah satu resort di pantai ini. Namun, balik lagi ke masalah isi dompet muahaha, lain kali aja deh. Disamping itu, kayaknya saya belum siap lahir batin kalau tinggal beberapa hari tanpa sinyal internet, tanpa tv, atau minimal ada salah satunya 😂😂😂 *curhatan anak milenial banget deh ah.

Abisan gimana donk, pas nyampe Pantai Mawun aja udah gak dapat signal, apalagi di Pantai Selong Belanak yang masih 10 km lagi jauhnya hahaha…

Menuju Selong Belanak, hati-hati di pertigaan jalan mau ke Selong Belanak ada monyet liar turun ke jalan. Kami aja sampai kaget, pheww…

Di pintu masuk pantai, seperti biasa kami bayar restribusi parkir Rp 10.000,- dan kayaknya semua pantai di Lombok tarif parkirnya sama deh. Dan di depan sana, telah menunggu jalanan becyek minus babang ojeknya Cinca Laurah 😁

Masuk ke Pantai…

Beceknya kayak gini…

Pas ketemu pantai, saya langsung bilang begini ke suami, gilakkk, ini pantai di Lombok yang paling saya suka. Dan ternyata jadi pantai favorit suami juga. Ombaknya itu asik banget loh buat belajar surfing (walaupun saya cuma liatin para bule surfing doank ya hihi), pasirnya enak banget diinjak, dan yang terpenting there’s no ibuk-ibuk tukang cendramata yang maksa ðŸ˜ˆ Oh, i love this beach!!!

Beach bench berwarna tosca yang kontras banget, lucu 😍
I love the crowd, gak gitu sepi (kayak di Mawun) tapi juga gak gitu rame (kayak di Kuta).
Mungkin saya lagi terpana asmara sama Pantai Selong Belanak hihi…
We will come back for sure 😊
Suami bilang, next time dia bakalan coba surfing (duileh, semangatnya menggelora gitu ceritanya). Kita lihat saja nanti ya, apakah bisa? Hihi…
Moment favorit saya, dimana anak ini tuh sedari saya datang, dia lagi main pasir trus beberapa kali kena terpaan ombak. Dia makin happy, pas saya mau jalan pulang, dia juga bangkit trus berlari…

          4. Tanjung Aan & Bukit Merese

In fact, suami saya itu males sekali ke Tanjung Aan karena kami harus jalan balik ke Pantai Kuta lagi hahaha… Soalnya di depan kami, pertigaan yang saya bilang ada monyet liar turun ke jalan, ada jalan potong menuju Praya yang notabene-nya lebih dekat kalau mau ke Senggigi, tujuan akhir kami. Tapi demi saya yang sungguh sangat ingin mendaki Bukit Merese (Hi, Isyana! video clip kamu keren bingitssss 😍) suami berbaik hati untuk menemani. 

Menuju Tanjung Aan & Bukit Merese tidaklah sulit, dari Pantai Kuta jalan terus sampai ketemu Novotel Kuta dan Pantai Nyale, pentunjuk jalannya jelas kok. Tarif parkir sama seperti pantai lainnya hanya Rp 10.000,- dan tidak perlu membayar tiket masuk lagi. Kami berdua setelah sampai langsung menuju Bukit Merese dan melewatkan Tanjung Aan (satu komplek kok) karena saya kelewat overdosis pantai hahaha… Mosok sehari tiga kali ke pantai, udah kayak minum obat aja 😂😂😂 Jadi cukup menikmati Tanjung Aan lewat ketinggian 100 mdpl.

Foto ini sengaja saya pajang disini, karena kelihatan kurusan muahahaha *dangkal bener alasannya 😜😜😜
My personal photographer 😜
The view was so mesmerizing and breathtaking 💙
Getting closer with hidden beach…
Lelah ceritanya…
Pohon jomblo – karena menjadi satu-satunya pohon di Bukit Merese yang katanya sengaja ditanam untuk keperluan syuting. Syuting videoclip Isyana bukan sih? 
Tau gak sih, ini kan foto candid ya, jadi saya murni lagi lihat ke arah lautan lepas – Samudera Hindia… Sambil membayangkan jadi Moana (diiringi backsound How Far I’ll Go 🎼) hahaha…
Tanjung Aan dan langit yang digelayuti awan gelap 😦
Setuju kan Om kalau Indonesia itu indah banget 😍

Favorit kalian yang mana nih? Cantik banget kan pantainya. Saya dan suami selalu terkagum-kagum dengan keindahan pantai di bagian Timur Indonesia. Ini saja tidak semua pantai loh kami sambangi, masih ada Pantai Seger, Pantai Mawi, dan pantai-pantai lainnya di Lombok yang belum kami datangi. Bahkan ya, kami gak mampir ke Pantai Senggigi 😱

Saya sendiri merasa bersyukur sekali tinggal di Indonesia yang dilimpahi kekayaan alam seperti ini, tentu dengan segala kekurangan yang juga dimiliki bangsa ini. Uhm… ✔ Nusa Tenggara Barat, padahal ke Sumatera saja yang lebih dekat belum pernah hahaha… 

Ada satu tulisan saya lagi untuk label Lombok, mengenai penginapan saya di Senggigi yang penuh kearifan lokal yang saya akan terus rindukan. Sampai jumpa! 😇

Advertisements