Uncategorized

Wholeness

Dua tulisan saya yang terakhir telah saya hapus, alasan paling tepat yang bisa saya kemukakan adalah karena saya ngerasa tulisan tersebut terlalu dangkal untuk dipublish, ya, menurut pendapat saya saja sih hihi… 

Sebenarnya banyak sekali pemikiran-pemikiran yang saya mau bagikan disini, tapi entah kenapa selalu berakhir dengan anggapan kalau semua itu hanya – junk thought. Dan akhirnya saya delete lagi tulisan tsb, labil banget. 

Menjalani kehidupan, menjalani sebuah proses.

Semoga saja tulisan kali ini gak berujung di delete lagi ya haha..  

* * *

Ehm, kemarin kan saya baca tulisan Mbak Leija yang bagus banget, adalah satu kalimat di dalam tulisannya yang mengena banget yaitu:

Experiencing negative feelings is part of living and growing.

Sadar gak sadar memang kebanyakan buku literatur yang saya baca tentang pengembangan diri, memang banyak membahas kalau sejatinya tujuan hidup ini adalah kebahagiaan. Jadi mindset kita kayak sudah distel gitu kalau yang harus kita kejar di dunia ini ya untuk kebahagiaan kita. Padahal, gak selamanya kan kita menjalani hidup yang manis-manis, pasti ketemu sama moment dimana kita kecewa, sedih, sakit, dan hancur. 

Berkat tulisan tsb, saya jadi memiliki pemahaman baru mengenai konsep tujuan hidup yang lebih humanis, yaitu wholeness – keseluruhan. Dimana sejatinya yang kita kejar di dunia ini bukanlah sebentuk kebahagiaan yang banyak sekali definisinya dan gak akan habis bentuk dan rupanya, tapi jauh melebihi itu semua. Perasaan sedih yang kita rasakan menjadikan kita manusia yang lebih tangguh dan kuat. Saya setuju sekali bahwa kesedihan gak boleh dirasakan terlalu lama, tapi bukan berarti harus dihindari. Terimalah karena itu proses yang harus kita lewati, mengutip kata suami saya, bahwa harga sebuah proses lebih mahal daripada hasilnya itu sendiri. 

* * *

Kalau dalam satu dekade belakangan, saya belajar pemahaman mengenai law of attraction, dimana pikiran kita adalah sumber segalanya. Maka setelah ini, saya akan belajar lagi konsep secara keseluruhan, bahwa ada masanya dimana kita mengijinkan banyak hal datang dalam hidup kita, kebahagiaan, kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, dan menyadari bahwa semua perasaan dan emosi yang hadir dalam hidup kita membawa tujuannya masing-masing. Menjadikan kita manusia yang lebih utuh, lebih sehat, dan lebih jujur apa adanya – seperti tujuan awal bagaimana kita tercipta di dunia ini. 

Advertisements