Singapore · Traveling

Dilema Memilih Penginapan di Singapore

Bagi yang baru pertama kali merencanakan berpergian ke Singapore, kayak kami, pasti bakalan tercengang sama mahalnya biaya penginapan disana. Pasalnya, untuk kamar seukuran kamar barbie (gila, lebay banget!) yang dilengkapi dengan kamar mandi seukuran lemari baju –  dimana sekali byuurr langsung byarr – basah semua! (makin double lebaynya), harga satu jutaan itu sudah murah. 

Ajubileee, kami yang biasanya pasang budget lima ratus ribuan (baca: paling mahal loh ya) untuk penginapan dimanapun kami menginap, agak shock sih pas scroll deratan pilihan penginapan di Singapore sana. Eh, sekalinya nemu yang sesuai budget kami, ternyata bentukannya dorm donk dengan spesifikasi shared room and shared bathroom ðŸ˜±ðŸ˜±ðŸ˜±

Katanya traveller, kok tidur di shared room dan pakai shared bathroom aja gak mau?

Sebagai pasangan yang amat menjunjung tinggi tingkat kenyamanan dan keamanan saat travelling, jujur tidur satu kamar sama strangers itu agak risih dan gak tenang. Banyak yang ditakutinlah, takut barang bawaan kita dicuri (amit-amit ya), takut gak bisa tidur nyenyak karena tamu sebelah tidurnya ngorok, ngok! Padahal kan, tidur yang nyenyak itu penting banget setelah lelah jalan-jalan. 

Karena sadar bahwa saya dan suami sangat-sangat picky soal ini, mau gak mau kamipun harus kreatif dalam mencari budget hotel yang sesuai dengan kriteria kami, yaitu: private room, private bathroom, harga dibawah satu juta (khusus Singapore area doank ya 😂, nyerah deh kalau yang 500ribuan), free breakfast (optional sih, kalau dapat ya syukur, kalau enggak ya nggak kenapa-napa juga hihi). Alhasil, aplikasi booking hotel online pun kami pelototin saban hari, mulai dari Bugis area, Lavender area, Bencoolen area, Chinatown, sampai Geylang (suamiku memang polos pisan, pilih di Geylang, gak tau kalau red district hihi 😄). Daerah diluar itu yang gak kami sebutin berarti antara kami memang awalnya sudah lihat-lihat tapi gak cocok atau memang kami yang belum tau hehe…

Mau tau hasil pencarian kami? 

  1. 85 Beach Garden Hotel, lokasinya di Beach Rd – Bugis, daerah yang kami incar karena ramai turis. Kami mendapatkan referensi hotel ini dari beberapa bacaan di internet. Harganya sekitar 700-900rb per malam, kamar paling murah tentu saja tidak dilengkapi jendela dan tidak disediakan sarapan. 
  2. Hotel Bencoolen, lokasinya di Bencoolen – Bugis. Hotelnya lumayan besar dan ada mini swimming poolnya, sarapan juga disediakan. Harga yang dibandrol sekitar 800rb-2jutaan kalau sedang ada promo. 
  3. Arton Boutique Hotel, lokasinya di Lavender – Bugis. Yang saya suka dari label hotel boutique adalah desain hotelnya yang unik, begitupun dengan hotel ini. Walaupun saat melihat-lihat foto hotelnya, mata saya agak terganggu sih dengan instalasi lampu LED di kamar mandi yang sinarnya berwarna ungu, elektrik banget. Harga yanh ditawarkan berkisar 850rb-1,4juta semalam. 

Jadi pilih yang mana? Kandidat terbesar yang nomor 1 karena kami sudah banyak menemukan review baik dari internet. Cuma karena kami akan menghabiskan 3 malam (kalau jadi, rencana awal cuma 2 malam soalnya) di Singapore, agak bosan kan kalau disana terus, makanya kami akan cari satu penginapan lagi tapi masih galau mau yang mana hihi… Antara kandidat nomor 2 & 3 atau masih mau cari yang lain lagi.

Sumber foto: Agoda [dot] com
Interior kamarnya kurang lebih kayak gini. Saya gak update nih, apakah foto kamar ini adalah kamar habis renovasi apa bukan.

Oke, sekian cerita galau malam ini soal memilih penginapan di Singapore 😁😁😁 Seriusan deh, acara ke Singapore ini jauh lebih rempong dibanding dengan pas ke Malaysia dulu, terlebih yang berurusan dengan budget hihihi *traveller kere* semoga aja pas disana kami bisa enjoy ya! Amin.

Advertisements