Traveling · Yogyakarta

Apa Yang Saya Lakukan Jika Kembali Lagi ke Yogyakarta?

Ps.: Suami, semoga kamu membaca tulisan ini disaat suasana hati kamu sedang damai ya ðŸ˜‚

Kalau lagi suntuk sama kerjaan, pikiran saya bawaanya mau piknik terus. Kebayang kan bete dan jenuhnya sudah kayak apa? Sampai saya sadari bahwa kayaknya sebentar lagi memang sudah waktunya saya harus angkat pantat dari kursi tsb hihi, mencoba peruntungan baru di tempat lain gitu misalnya hihihi 😄 #kokmalahcurhat.

Back to topic… Yogyakarta is most favorite city for me, menurut saya, Yogyakarta itu adalah kota paling rendah hati. Semoga satu kalimat saya di atas, bisa menggambarkan secara keseluruhan tentang betapa besarnya rindu saya untuk selalu kembali ke kota yang dipimpin Sri Sultan Hamengkubawana X ini. 

Idealnya berkunjung ke Yogyakarta itu minimal harus punya waktu tiga hari dua malam. Malah saya pernah selama 5 hari di kota ini dan gak mati kebosanan loh (Hi, Belitung, kok saya dua hari disana saja sudah bosan ya 😅). Berhubung masih berstatus karyawan dengan cuti terbatas, maka paling pas kayaknya naik kereta malam di hari Jumat sepulang kerja. Sampai di Stasiun Tugu di Sabtu paginya, nah, baru deh gunakan waktu Sabtu-Minggu yang tersisa untuk senang-senang mengeksplorasi Yogyakarta! Setelahnya, baru kembali ke kota asal menggunakan pesawat terbang di Minggu malam. Sebentar banget ya!

Lalu, apa yang saya lakukan jika mengunjungi Yogyakarta lagi? Simak dibawah ini ya…. 

* * *

Berkunjung ke Museum Ullen Sentalu dan Istana Air Taman Sari

Turis banget ya? Biarin. Waktu ke Yogyakarta sama rombongan grup kantor, saya mati-matian vote untuk kunjungan ke Taman Sari karena saya belum pernah kesana. Tapi ide saya dimentahkan dengan alasan panas, nggak ada apa-apanya juga, tempatnya ngebosenin, dsb..dsb… Ciyan banget ya. Makanya jika saya ke Yogyakarta lagi, saya mau naik becak dan jalan-jalan kesini. 

Taman Sari (pic credit to nolmjogja.blogspot.com)

Rasa penasaran yang sama pun saya rasakan untuk Museum Ullen Sentalu yang berlokasi di Kaliurang. Museum yang mendapat predikat sebagai museum terbaik di Indonesia ini menampilkan seni dan kebudayaan Jawa yang mengagumkan. Yang berkesannya, selain akan ditemani pemandu selama 50 menit berkeliling museum, kita juga dilarang mengambil gambar. Bagus juga sih idenya, supaya kita bisa lebih ‘masuk’ ke dalam cerita masa lalu, daripada sibuk foto sana-sini. 

Museum Ullen Sentalu (pic credit to putrinyanormal.com)

Setelah puas berkeliling, boleh ya ngadem sambil nyemil bentar di Beukenhof Resto yang masih satu area dengan Museum Ullen Sentalu 😁.

next,

Main-main ke Pantai di Gunung Kidul

Pertama kali main ke pantai di Yogyakarta, saya mainnya ke Pantai Depok – Parangtritis. Dari sanalah, kesan pantai berpasir hitam dan ombak besar, saya generalisir untuk semua pantai di Yogyakarta. Ternyata saya salah besar!!! Deretan pantai (iya berderet-derer soalnya) di Gunung Kidul, jauh berbeda. Pantai disana memiliki pasir putih kekuning-kuningan dan memiliki pemandangan cantik. Sayangnya, waktu ke Pantai Indrayanti, hujan turun jadi saya gak puas mainnya dan suami juga belum pernah ke Gunung Kidul, jadi boleh ya diajak. Siap-siap nyetir dua jam ya, suami! 😂

Pantai Krakal (pic credit to thetravellernews.com)
Pantai Siung (pic credit to thetravellernews.com)

lanjut ya,

Kulineran, donk ah!

We are not foodie, catat ya. Jadi kami gak hunting tempat makan sampai gimana gitu. Cuma, saya ingin banget balik ke Resto Bu Ageng dan Gudeg Sagan lagi, please. Ohya, sama kepingin makan di Raminten, yaowoh, dari kapan tauk coba saya kepingin cobain resto yang masih satu pemilik dengan Mirota/ Hamzah Batik tetapi selalu end up di Terang Mulyo 😂 Terus ke Jejamuran Resto, ah, ini sih alamat gak jadi lagi karena lebih jauh lokasinya, tapi masukin list aja ya, siapa tau kan… Selain itu, saya juga kepingin icip Sate Klatak dan jajanan pasar di Pasar Beringhajo. Sekalian jalan, boleh kali ya icip Tempo Gelato di jalan Prawirotaman I 😝😝😝

Ih, katanya bukan foodie, tapi list nya banyak amat macam ambisius gitu sama makanan hahaha…

lanjut lagi ya,

Penginapan Kece

Referensi tempat wisatanya udah, tempat makannya udah, berarti sekarang bahas soal penginapan. Nah, keinginan saya buat nyobain hotel lucu di Yogyakarta tuh besar banget, tapi sayang beberapa kali kesana ada aja halangannya hehehe… Kalau pergi sama mertua pasti ujung-ujungnya ke hotel langganan mereka yang memang homey banget sih. Trus pergi sama rombongan kantor, ya karena pakai travel, hotelnya pun sudah disiapkan juga. Terakhir pergi sama suami, udah pede banget mau go show ke Greenhost Hotel eh sampai di resepsionis ternyata penuh pisan padahal low season, ih syebel!

Nah, semoga next trip, bisa kesampaian ya nginep di hotel lucu dan unik. Hotel incaran saya selain Greenhost Hotel, yaitu Hotel Adhisthana, Yats Colony, dan Lokal Hotel. Gemesss… 

Hotel Adhisthana (pic credit to agoda)
Hotel Adhisthana (pic credit to pegipegi)
Hotel Adhisthana (pic credit to travelday)

terakhir,

Beli Oleh-oleh

Sudah pada bosen belum sama bakpia? Uniknya, setiap kali ke Yogyakarta selalu ada saja merk bakpia baru yang lagi in. Padahal bakpia kan begitu-gitu aja ya rasanya, cuma kan belum ke Yogya kalau pulang gak bawa bakpia. 

Selain bakpia, salah satu oleh-oleh wajib dibeli adalah Gudeng Besek/ Gudeg Kendil Yu Djum. Bedanya besek dan kendil hanya dikemasan saja kok. Saya sendiri lebih suka dibesek daripada kendil, berat bawanya soalnya hihihi… Favorit saya yaitu gudeg telurnya, tapi yang lain juga enak-enak kok. Mama saya aja yang agak picky bisa bilang enak banget!

Gudeg Yu Djum, dalam kemasan besek dan kendil (yang diberi anyaman bambu itu).

Apalagi ya, uhm, kalau oleh-oleh kayak kaos atau cinderamata lainnya, saya selalu menyarankan untuk pergi ke Mirota/ Hamzah Batik, disana serba ada, pakai AC, dan gak perlu nawar. Sip kan! Tapi kalau penasaran mau menelusuri jalan di Malioboro juga silahkan.

Akhirnya, sampai juga diujung tulisan ini. Siapapun yang mau ke Yogyakarta, have fun ya! 

Advertisements