Singapore · Traveling

Singapore 2017: Dari Taman ke Taman, Hingga ke Merlion (#3)

Begitu banyaknya tempat yang kami kunjungi di hari kedua, sampai-sampai saya harus buat 3 tulisan khusus untuk masing-masing tempat hehehe… 😄😄😄 Ok, kita lanjutkan lagi ya ceritanya. 

Jadi, setelah kami mengunjungi dua taman terbaik di Singapura yaitu Singapore Botanical Garden dan Chinese Garden, kami bersiap untuk mengunjungi icon Singapura yaitu Merlion. Cara menuju Merlion terenak menurut saya adalah dengan naik MRT, turun di station Raffles Place dan ambil exit H. Lalu ikuti arus pejalan kaki saja yang mayoritas pasti menuju Merlion hihi… 

Sore hari di Singapura…
Sungainya bersih, gak bau, gak ada sampah.
City sunset…
Bisa naik boat juga disini.
Uncle ice cream (yang becandaannya jayus banget 😂😂😂) dan papan petunjuk arah ke Merlion.

Sebelum sampai ke Merlion, kami sempat mencicipi enaknya Uncle Ice Cream. Tapi harganya bukan $1 melainkan $2, ehm, gak apa-apa deh ya mahal sedikit, daripada penasaran terus sampai rumah (menghibur diri, lol 😂)

Ice cream $2, kami pilih varian rasa paling mainstream dan anti kecewa, chocochips.

Setelah dua kali menyebrang jalan, akhirnya sampai juga kami ke Merlion Park yang ternyata ramai banget. Hampir semua pengunjung yang datang berlomba-lomba mengambil foto dari berbagai sudut, ada yang berlatar belakang Merlion, sampai dengan latar belakang megahnya landmark Singapura lainnya, seperti Marina Bay Sands, Esplanade, dan Singapore Flyer. 

Sore itu langit cerah banget…
Finally, Merlion!
Marina Bay Sands…
Esplanade (gedung sebelah kiri yang bentuknya aneh)
Rame banget kan…
Sebenarnya saya sudah gak nafsu banget foto-foto disini. Kondisi sudah lepek, kucel banget hihi… Tapi dibujuk suami, katanya masa iya gak ada foto satupun sama Merlion fenomenal ini.
Gedung-gedung pencakar langit di Singapura.
Lihat langitnya deh, indah banget! 😍
Kami pun berpindah lokasi, menjauhi keramaian.
Mini Merlion yang lebih sepi hihi, dibelakangnya itu Merlion yang tadi kita lihat.
Antrian yang pada mau naik Singapore River Cruise, kebanyakan yang naik adalah rombongan turis dari Tiongkok.
Pemandangan dari tempat duduk kami, orang-orang yang gak ada habisnya berfoto hehe
Megahnya Marina Bay Sands, kapan ya bisa nyobain nginep di hotelnya? 😆
Kami duduk di bawah pohon, dari matahari mulai terbenam sampai malam pun tiba. Demi apa??? baca dibawah ini ya!

Kami menunggu sampai jam 8 malam untuk menonton Wonder Full – Light & Water Show, yang ternyata sudah dihentikan shownya pada tanggal 2 April 2017 lalu 😭😭😭 Itupun, saya tau nya secara gak sengaja. Kebetulan ada sesama turis dari Indonesia juga berdiri disebelah saya dan mereka ngobrolin soal show tsb. Salah satu dari mereka berinisiatif untuk googling mengenai jadwal shownya yang ternyata sudah berakhir, hiks. Saya akhirnya ikutan googling juga dan pas ngecheck di website resminya Marina Bay Sands, ternyata betul sudah dihentikan shownya huhuhu… 

Akhirnya dengan perasaan sedikit kecewa, saya dan suami memutuskan untuk kembali ke hotel. Tapi sebelumnya mampir dulu ke Station MRT Aljunied untuk beli makan malam (bungkus 😁, makan di hotel) di Nenek Place (d/h Ananas Cafe). 

The Fullerton Hotel, difoto ketika perjalanan ke station MRT.
Nenek Place Resto, dulu bernama Ananas Cafe – Restoran cepat saji yang menjual menu nasi campur gitu, cukup terkenal dikalangan backpacker karena harganya terjangkau dan rasanya enak.
Saya pesan Set A seharga $2,3 – isinya ada nasi lemak, telur, irisan ketimun, sambal, dan chicken wing yang enak banget…
Suami pesan Set B (harganya $2,3 juga) isinya ada nasi lemak, fish cake goreng, sosis, telur, sambal, dan irisan ketimun.

Pantas saja Nenek Place ini banyak direkomendasikan karena ternyata rasa masakannya enak-enak loh. Harganya juga terjangkau, sayang saya dilarang cicip mie nya sama suami, karena khawatir asam lambung saya kumat karena kelihatannya pedas hihi… 

Cerita perjalanan kami di hari kedua telah selesai, kaki saya sumpah nyut-nyutan abis! Malam itu, saya tidur dengan kondisi kaki ditempel koyo yang banyak dan pakai kaos kaki. Kebetulan saya bawa dari rumah dan tadi di Seven E (Seven Eleven, orang Singapore nyebutnya bukan Sevel kayak di Indonesia), saya sempat cari koyo tapi gak jual ternyata, stok koyo sudah menipis nih soalnya hahaha… 

Oke, tunggu cerita jalan-jalan kami di hari ketiga ya! See you… 😆😆😆

Advertisements