Singapore · Traveling

Singapore 2017: Mari Kita ke Sentosa Island!

Pagi itu, di hari ketiga kami di Singapura, saya bangun dalam kondisi jompo banget – baca: badan pegal-pegal, terutama kaki rasanya sudah gak karuan. Ditambah lagi, kami harus kemas-kemas karena harus pindah hotel. Phew! 

Setelah check-out dari Hotel Bencoolen, kami sarapan dulu di Albert Centre. Kali ini saya request mau makan babi panggang. Jadi suami yang baik hati itu (puji dikit boleh, dong 😁) dengan sabar menyusuri lorong demi lorong sambil nuntun koper, untuk menemukan penjual babi panggang haha… Akhirnya ketemu juga, yeay! Saya khilaf, langsung pilih menu Pork Ribs yang ternyata engg..ingg..engg… sudah habis 😩 jadi pilih menu lain deh. 

Kios penjual babi panggang yang kami pilih…
Sarapan saya, Char Siew & Roasted Pork. Surprisingly, babi panggangnya enak, char siewnya malah biasa aja.
Sarapan suami: roasted chicken rice, katanya sih enak.

Setelah selesai sarapan, kami jalan kaki menuju Beach Road, tempat dimana hotel yang akan kami inapi berada. Suami saya sempat ngeyel pas baca peta, akhirnya saya yang ambil alih deh, dia ngikut saya aja sambil ngedumel sendiri. Tapi ternyata jalan yang saya ambil benar kok. Dia yang kebalik baca petanya, huehehe 😜😜😜

Sampai di hotel, kami memang belum bisa check-in tetapi ditawari untuk titip bawaan dulu oleh receptionist dengan diberikan kartu penitipan gitu. Sambil menunggu waktu check-in, akhirnya kita putuskan jalan-jalan dulu. Tapi kemana??? Kita kan gak punya tujuan, gak buat itinerary. Suami mengusulkan untuk ke Sentosa Island, ya sudah yuk berangkat.

* * *

Cara kami ke Sentosa adalah dengan naik MRT turun di station Harbour Front, lalu jalan kaki ke arah dalam Mall Vivo City dan ikuti petunjuk arah masing-masing. Jika kalian mau yang cepat, bisa naik Sentosa Express seharga $4 (atau $4,5 ya?!) perorang untuk pulang pergi, bisa juga cobain cable car tapi tarifnya lumayan mahal juga, trus bisa naik bus RWS8 tarif flat $1 nunggunya di halte bus depan Mall Vivo City, atau gratis kayak kami 😁😁😁 yaitu dengan cara jalan kaki melewati Sentosa Broadwalk sepanjang kurang lebih 500 meter deh. 

Sentosa Boardwalk, terlihat jalur cable car dari sini.
Star Gemini Cruise yang lagi parkir…
Suami minta difotoin dengan latar belakang Star Gemini Cruise hihi…
Okay, sedikit lagi sampai…
Kalau capek, bisa istirahat dulu kok 😊 Singapura merupakan salah satu negara yang peduli dan ramah bagi para pejalan kaki, selain pedestrian nya lebar dan nyaman, banyak disediakan tempat duduk diberbagai titik, termasuk disepanjang Sentosa Broadwalk ini.
Welcome to Sentosa!

Sepanjang perjalanan 500 meter itu, khayalan saya dan suami membumbung tinggi, kami lihat Kapal Pesiar – Star Gemini lagi ‘parkir’ di dermaga… Woaaaa, kami kepingin pesiaran!!! Suami saya sampai rekues untuk difoto dengan latar belakang Star Gemini hihihi… Gak apa-apa fotonya dulu aja ya, liburan di atas kapal pesiarnya menyusul suatu hari nanti. Amin πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

Sesampainya di Sentosa Island, kami clueless πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… Tapi gak habis akal donk, seperti biasa kami ikuti pejalan kaki mayoritas saja dan tau-tau, kami sudah sampai di Universal Studio Singapore. Pas banget opening paradenya selesai, duh, atsmosfer theme park itu memang luar biasa ya. Semua orang gembira disini, semangat banget. Saya jadi kepingin banget main-main di dalamnya dan ternyata si suami pun merasakan hal yang sama. Oke sip, next time kita main ke USS ya ❀ (kerja yang rajin, nabung yang banyak hahaha πŸ’°πŸ’°πŸ’°)

Hello, USS, maafkan saya yang tadinya berpikir gak bakalan tertarik sama kamu. Salah!!! SALAH BESAR 😩
USS gate…
Opening parade yang baru saja selesai.

Selebihnya, kami cuma jalan-jalan saja disini, keluar masuk toko permen dan cokelat yang gemesin banget. Untung saja iman saya kuat, kayaknya efek berdoa dulu sebelum berangkat kesini deh hehehe… Saya juga mampir ke Watson, beli koyo donk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ langsung saya pakai ditempat deh, gak kuat rasanya. 

Oh, em ji! 😱😱😱
Mendadak mata ini berbinar-binar saat melihat ratusan lolipop dan candy bo’ongan digantung diatas pohon… Rasanya ingin berlari sambil teriak, “Oh, my candy trees, finally i find you” – LEBAY!!! πŸ˜‚
Caution: Wahai bapak-bapak yang masuk kedalam Candylicious baik bersama para istri dan anak, tabahkanlah hatimu dan panjangkanlah sabarmu hihihi… 
Mam, saya boleh minta satu (pohon) permennya? buat di rumah (mulai halu πŸ˜’).
Beneran deh, patung-patung permen ini lebih menarik untuk dijadikan teman berfoto dibandingkan dengan bolanya USS 😜
Lucu banget sih kalian ❀❀❀
Fotoin saya sama si M&M, donk – pinta suami.
Cobaan apa ini? Huhuhu…
Mereka jual berbagai jenis permen yang menarik, lucu, warna-warni. Bikin semua yang masuk ke tokonya khilaf hihi…
Ngeces!
Colorful candies 🍬🍬🍬
Selain jual aneka jenis permen dan cokelat, mereka juga jual boneka, sendal, sampai souvenir yang lucu-lucu.

Setelah puas cuci mata di toko permen dan cokelat, kami memutuskan untuk pulang. Nah, asyiknya untuk kita bisa menumpang Sentosa Express secara free, baik tujuan dari Waterfront Station (Station dekat USS) ke Vivo City, maupun dari Waterfront Station ke Imbiah Station maupun ke Beach Station.

Sentosa Island maps…
Foto-foto dalam perjalanan menuju Waterfront Station.
Berjejer restoran mulai dari kelas mewah, menengah, sampai kelas rakyat jelata hehe…
Salah satu restoran fast food paling favorite.
Foto iseng, sambil nungguin suami yang lagi pamit ke toilet.
Dekat Waterfront Station nih…
Sentosa Express di Waterfront Station.

Setelah sampai di Vivo City, suami mengusulkan untuk naik bus saja karena dia penasaran mau cobain naik bus double decker (bus tingkat) dan saya hanya bisa pasrah huhuhu… Akhirnya ditengah kerisauan menunggu bus yang sudah kami cek akan melewati Orchad Rd, namun gak kunjung tiba, si suami saya yang kadang suka sotoy tingkat dewa itu secara nekad main naik bus yang kebetulan berhenti di bus stop saja. Dia mikirnya yasudah gak apa-apa naik sembarang bus, kita ikut satu putaran saja, phewww… Mentang-mentang pakai STP tinggal tap and go, ya gini nih!

Di tengah kegembiraan suami yang akhirnya bisa ngerasain naik bus tingkat lagi, saya malah bete abis. Soalnya seingat saya, bus yang kami tumpangi ini akan berakhir di satu stop setelah Vivo City yaitu tepatnya di Terminal Harbour Front dan ternyata… BENAR!!! Suami saya yang sotoy itu cuma cengengesan saja saat tahu kita berdua harus turun dan memilih. Memilih untuk jalan kaki naik MRT di Vivo City yang jauhnya ajubilehminzalik atau memilih menunggu bus yang tadi beroperasi lagi tapi gak tau kapan. 

KZL. KZL. KZL. 😀😀😀😀😀

Akhirnya, bagai menemukan oase ditengah emosi yang memuncak, kami menemukan hawker center *lalu menangis haru* Padahal saya gak laper sih, cuma karena lagi kesel aja ditambah kaki sakit jadinya sensi berlebih trus jadi bawaannya kepingin makan. Halah, alasan! πŸ˜€ Nah, berhubung tadi pagi pas di Albert Centre, saya terheran-heran ada penjual Fish Ball Noodle & Soup yang antriannya panjang banget, maka kali ini saya pilih Fish Ball Noodle aja deh. 

Seah Im Food Centre yang berada di dalam Terminal Bus Harbour Front. Saya foto sewaktu perjalanan pulang naik bus.
ENAK BANGET!!! Fish ballnya enak, beda sama yang disini. Kuah kaldunya enak banget, saya habisin sampai tetes kuah terakhir 😁 Jadi kebayang, kalau yang gak rame gini aja enak banget apalagi yang di Albert Centre ya?! Lain kali harus dicobain deh.

Setelah kenyang, hati adem dan otakpun bisa berpikir jernih, saya dan suami menyusuri platform bus. Kami ambil brosur rute bus no. 65 yang akan membawa kami ke Orchad Rd, gak lama setelah kami menunggu eh bus nya siap-siap mau jalan. Asyik!!! πŸ˜„ Di dalam bus, saya perhatiin benar-benar setiap stop, sedangkan suami? Dia asyik banget menikmati naik bus tingkat. Dasar busmania hahaha…

Kenapa kami memilih turun di Orchad Rd, tepatnya di bus stop Lucky Plaza?

Karena saya mau ke ION Orchad lagi, hihihi… Mau membeli sesuatu trus pulangnya naik MRT ke Bugis Station dan Check-in di hotel kami deh. Ohya, cerita mengenai belanja oleh-oleh, saya tulis disatu post khusus ya. 

* * *

85 Garden Beach Hotel

Saya memilih hotel ini berdasarkan review positif dari beberapa blog yang saya baca. Lokasi hotel yang diklaim dekat dengan Station MRT Bugis (ambil exit D), juga ada fasilitas lift, menjadi point plus tersendiri. Tetapi soal ukuran kamar? Gak kaget sih kalau kamarnya kicik banget, terlebih kamar mandinya hahaha… kayak mandi di dalam lemari, byurr basah semua πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Cuma ya jomplang banget, sehabis bermalam di Hotel Bencoolen yang notabenenya hotel standar bintang 3, pindah ke 85 Garden Beach Hotel serasa bagaikan pindah ke kamar kos-an mahasiswa hahaha… Tapi selama disini, nyaman sih, cuma gak senyaman hotel yang pertama (harga gak pernah bohong ya πŸ˜…) Ohya, waktu kami check-in dan check-out yang melayani receptionistnya seorang perempuan India gitu, ramah deh. Wifi disini juga bisa diandalkan. Cukup kok semua fasilitasnya untuk sekedar bermalam.

Bangunan hotelnya kutilang (kurus, tinggi, langsing) hehehe…
Sebagai gambaran aja dalam kamarnya gimana. Saya ambil gambarnya dari internet, soalnya gak berhasil ambil foto sendiri. Bingung posisinya, mentok sana sini sama tembok. Curiga, jangan-jangan yang foto diatas, fotografernya nempel di langit-langit πŸ˜‚ Bedanya, keadaaan real waktu kami menginap, bantalnya ada 4 dan selimutnya gak kaya gitu.

* * *

Setelah bisa check-in, kami istirahat sebentar deh di dalam kamar. Setelah itu, kami bersiap keluar lagi karena waktu shopping telah tiba πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ nanti saya tulis terpisah ya soal acara beli oleh-oleh ini. 

Lalu, setelah selesai berbelanja oleh-oleh, suami usul untuk reedem voucher makan yang kami dapat sewaktu beli STP. Kami menuju Restoran Hjh Maimunah yang berlokasi di Pisang St dalam kondisi hujan rintik-rintik, dibantu GPS sampai juga kami di lokasi restorannya, yang ternyata tutup. Hiks, rupanya suami gak teliti waktu baca buku panduan STP. Ada tulisan dibawahnya kecil sekali tertulis kalau setiap hari Minggu, memang jadwal restorannya tutup.

Ya sudah, gak boleh sedih hehehe… Kami naik bus lagi dan turun di bus stop Bugis Street. Lalu jalan kaki menembus pertokoan sampai akhirnya tiba di ALBERT CENTRE lagi. Ah, kami cinta Albert Centre hihihi… Malam itu, saya rekues babi panggang lagi hahaha *doyan banget* tapi saya bilang ke suami, kalau saya mau cobain yang beda penjual. 

Roasted pork rice, menu makan malam saya dan suami…

Sayang rasanya gak seenak yang tadi pagi. Daging babinya kurang sedap gitu dan porsinya lebih sedikit, tapi cukup untuk makan malam. 

Malam itu ditutup dengan beres-beres koper dan bawaan huhuhu… Rasanya gak mau pulang, tapi kan tetap harus pulang ya hahaha… Oke, sampai disini dulu ya tulisannya. Nantikan cerita selanjutnya ya πŸ˜™

Advertisements