Marriage Life

Dua Belas Purnama

Saya sadar, saya tumbuh menjadi seorang yang pemalu, sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, takut sekali berinteraksi dengan orang asing. Hal itu juga yang membuat saya tidak memiliki pacar semasa sekolah. Keinginan ada, tapi keberanian nol besar. Ditambah saat itu, punya pacar atau pacaran bukanlah prioritas. Sama sekali bukan. Jadilah teman setia saya hanyalah tumpukan buku fiksi, dimana saya bisa terhanyut di dalam setiap kalimat yang dibuat penulisnya.

Saya ingat, pernah saya berdoa dalam hati saat menumpang angkot ketika dalam perjalanan pulang dari sekolah SMA saya, saya berdoa semoga suatu hari saya bisa punya pacar. Iya, saya se-hopeless itu sama diri saya sendiri. Tapi seolah tau kalau saya memang butuh penghiburan saat itu, suara dalam hati saya berkata, sabar ya Tuhan nanti pertemukan kamu sama seseorang yang begitu ketemu kamu langsung cocok.

Dan, saya mempercayainya.

Ketika memasuki dunia kerja, sedikit demi sedikit, keberanian dalam diri saya mulai timbul. Dunia ini keras, sayang. Kalau saya tidak banyak belajar, dunia yang akan ‘mengajarkan’ saya. Dari sanalah, kehidupan sosial saya agak lumayan baik, mulai bisa basa-basi sama orang lain dan mempunyai teman-teman baru, meskipun belum punya pacar juga 😀

Sampai menjelang pergantian tahun 2009 ke 2010, saya yang saat itu bersama teman-teman sedang berlibur di Bandung Selatan, menanti dengan sabar detik-detik pergantian tahun dari teras belakang vila teman saya. Langit begitu gelap dan kami hanya ditemani suara jangkir dan hewan malam lainnya. Tepat pada puku 00:00, kembang api mulai menghiasi langit Bandung, meriah sekali dan saya mulai berdoa dalam hati, menyampaikan permohonan saya kepada Sang Pencipta. Katanya, jika kita berdoa tepat di malam pergantian tahun, harapan kita bisa terwujud di tahun yang akan kita lewati. Ehm, percaya itu relatif ya, seperti percaya pada keajaiban bintang jatuh.

Permohonan saya saat itu sangat sederhana, saya hanya minta pendamping. Dan suara dari dalam hati itu muncul lagi, bulan April ya. Bulan April.

Dan di bulan April 2010, saya bertemu dengan laki-laki yang menjadi suami saya sekarang…

Lalu, pada Desember 2013, saat kami berlibur bersama ke Bali, tepat saat sedang menanti matahari terbenam di Tanah Lot, pria yang duduk disebelah saya berdoa kepada Sang Pencipta agar bisa menikahi saya. Hal ini baru saya ketahui dari suami setelah kami melaksanakan acara lamaran pada bulan Mei 2014.

Banyak banget hal yang kami pikirkan, mulai yang sederhana sampai yang menguras tenaga dan mencampur-adukan emosi, sampai akhirnya kami memutuskan dengan mantab untuk menikah. Persiapan pernikahan dimulai menjelang akhir tahun 2015 dan acara pernikahannya sendiri akan diadakan bulan Juni 2016, bulan favorit saya karena bumi sudah memasuki musim panas.

Hari ini, tepat dua belas bulan lalu, saya dan suami berjanji di depan altar Allah untuk menjadi sepasang suami-istri, yang akan saling setia mengabdikan diri baik dalam suka maupun duka, dalam untung dan malang. Berjanji untuk saling menghormati dan mengasihi satu sama lainnya.

Dua belas purnama berlalu, dan saya sendiri masih jauh sekali dari kata sempurna sebagai seorang istri. Tapi saya beruntung sekali memiliki seorang pendamping yang selalu ada, melengkapi saya, meskipun bukan sosok romantis seperti yang dulu saya harapkan hihi… 😂😂😂

Saat mengucapkan janji pernikahan – 4 Juni 2016.

Dear husband,
Thank you for loving me unconditionally, i love how you take care of me, how you keep working to be a better man, even on days i fail to be a better woman. With you, i learn to be brave, to love without expecting anything in return because before we love each other, God loved us first.

Dear husband,
I wish, may our love stay ever green. There are always challenges in every married life, but we have God who big enough to save us, we just need to still stay together and everything will be alright. And the last but not least, marriage is not about having perfect relationship, marriage is about having matched someone and will go through everything without giving up.

May God always bless our marriage. Happy Anniversary, love you ❤❤❤

Advertisements