Bogor · Traveling

Jalan-Jalan ke Kebun Raya Bogor

Selasa lalu, kebetulan saya dapat giliran work-off dan kayaknya bosan banget kalau harus diam aja di rumah. Akhirnya saya tanya suami bersedia gak jalan-jalan ke Puncak, suami menolak dengan alasan macet. Supaya saya gak kecewa, suami menawarkan diri menemani saya ke Kebun Raya Bogor karena sudah lama banget saya kepingin kesini sebenarnya, tapi belum ketemu saja waktunya. 

Kami berangkat dari rumah pukul 08:30 dan perjalanan sampai tiba di Bogor pun lancar. Kami bisa parkir di dalam KRB lewat Pintu 3 (depan Lippo Plaza Keboen Raya). Tiket masuk perorang adalah sebesar Rp 15k dan tarif parkir mobil dipatok Rp 30k, jadi total kami bayar Rp 60k pada Bapak petugas di depan pintu masuk. Harga tiket yang kami bayarkan sudah termasuk tiket masuk Museum Zoologi juga yang masih berada satu komplek dengan Kebun Raya Bogor, termasuk retribusi dan juga asuransi pengunjung.

Sebelum jalan-jalan, kita ngemil dulu di dalam mobil supaya punya cukup energi buat jalan kaki jauh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Nah, disimak yuk foto-foto kami selama di Kebun Raya Bogor…

Berhubung kami gak dapat maps dari petugas, kita lihat peta KRB dulu yuk.
Lahan parkir di dalam Kebun Raya Bogor memang terbatas sekali, mengakibatkan banyak kendaraan roda empat yang akhirnya parkir di pinggir kayak gini. Malah ada yang parkir di pedestrian.
Mataharinya nyeter banget, saran saya jangan lupa bawa topi atau payung kalau kesini ya.
The Famous Red Bridge, ternyata ukurannya kecil ya?! *ekspektasi saya memang kelewat tinggi* πŸ˜‚
Ada polisi yang berjaga di depan jembatan loh, tujuannya untuk mengatur kapasitas pengunjung yang boleh melintasi jembatan tsb. Kalau gak salah maksimal 10 orang dewasa deh. Jadi harap sabar mengantri ya.
Kalau saya dan suami daripada ikut antri untuk melewati jembatan tsb, lebih pilih melihat sungai yang ada di bawah jembatan merah.
Jalan lagi, yuk! Adem banget ya berjalan kaki ditengah rimbunya pepohonan yang usianya sudah berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun.
Kami berjalan terus sampai akhirnya ketemu satu lapangan rumput luas banget dan dipenuhi banyak pengunjung. Wow!
Gak peduli panas terik ya, foto mah lanjut terus demi eksistensi 😜
Kolam teratai raksasa ❀
Berfoto di kolam teratai, hihi…
Saya suka banget atmosfer disini, entah yang datang sama keluarga, sama anak, sama pacar, semua saling berinteraksi dengan hangat, saling ngobrol, piknik dengan bawaan segambreng, juga ketawa-ketawa.
Saya lagi, saya lagi πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†
Ini ceritanya mau selfie dengan latar belakang Grand Garden Cafe, tapi malah sengaja difoto sama suami.
Lumayan ada foto berdua 😝
Lain kali kami mau balik lagi kesini, mau piknik! 😍
Selain ada Grand Garden Cafe & Lotus Cafe, di dalam Kebun Raya Bogor juga banyak yang jualan kok. Ada yang jual nasi kuning yang sudah dipack gitu, ada popmie, minuman, dan es krim kayak gini. Yang jual es krim ini konon dibawahi oleh sebuah koperasi gitu. Harganya Rp 3k cuma rasanya not really good! Habis ambil foto ini, i threw it in the bin. Sorry 😣
Lanjut jalan kaki lagi…
Guesthouse di tengah-tengah pohon pinus. Cantik ya…
Di bawah pohon pinus yang menjulang…
Ini dia salah satu highlight kami, melihat dari kejauhan Istana Bogor. Sayangnya langit berubah menjadi kelabu, sehingga si suami jadi males banget diajak untuk melihat lebih dekat lagi.
Pakai lensa zoom, mayanlah ya πŸ˜€
Otw ke Museum Zoologi, kami melewati monumen Lady Raffles.
Monumen ini didirikan oleh Sir Thomas Stamford Raffles sebagai kenangan atas istrinya Madame Olivia yang meninggal pada tahun 1814 karena sakit malaria.
Next stop, Museum Zoologi, masih 200 meter lagi πŸ˜€
Spotted me? kayak anak ilang ya muahaha πŸ˜’
Saya rekues ke suami untuk fotoin bangunan ini, saya suka sekali dengan arsitekturnya ❀❀❀
Akhirnya, sampai juga di Museum Zoologi.
Kerangka binatang, ohya, kami gak berlama-lama disini karena suami saya kurang suka sama udara lembab khas museum. Jadi kita hanya melihat-lihat sebentar lalu keluar. Ada hal lucu buat saya, yakni di ruang pameran binatang gitu, pas masuk mendadak langsung wangi popmie. Gilakkkk….!!!! Makan di dalam museum gitu?! Beneran loh, wangi banget, jadi berasa di kafetaria bukan di museum 😩

Please note, Kebun Raya Bogor itu luas sekali, jadi kalau kesini bareng orang tua dan gak kuat jalan jauh, mungkin naik mobil wisata bisa jadi alternatif untuk mengelilingi KRB. Tarif naik mobil wisata per orang adalah Rp 25rb, nanti Pak Supirnya akan menjelaskan dengan microphone selama perjalanan. 

Sepengamatan kami, KRB cukup stroller friendly kok, hampir gak ditemukan undakan anak tangga atau jalanan rusak disini. Beberapa kali, kami juga lihat oma-opa yang duduk dikursi roda disini, dibantu dorong sama keluarganya. 

Toilet disini kebersihannya lumayan kok, ada petugas yang jagain toiletnya. Tarif pakai toilet Rp 2k/orang. Cuma yang saya gak tahan itu malah asap rokok dari pengunjungnya. Padahal para bapak-bapak yang ngerokok itu datang bersama anak-anak mereka yang masih kecil loh, mentang-mentang di area terbuka jadi seenak jidat ngerokok tanpa mikir kalau asep rokoknya bakal ganggu pengunjung yang lain, terutama anak kecil ya 😀😀😀

Tapi diluar itu, saya sangat senang bisa ke Kebun Raya Bogor. Fyi, tahun ini, Kebun Raya Bogor telah berusia 200 tahun alias dua abad. Suatu hari nanti, kami pasti akan kembali lagi kesini untuk piknik 😁😁😁

Advertisements