Bali · Traveling

Bali 2017: Hari Terakhir di Bali

Dua hari berturut-turut stamina saya terkuras habis, bangun pagi-pagi buta dan tidur larut malam sekali, belum lagi banyak aktivitas fisik yang menguras tenaga, ditambah dengan tidak beraturannya jam makan. Huff, panjang banget mengeluhnya šŸ˜šŸ˜šŸ˜

Sejak semalam saya sudah nyicil packing, menyisakan sebagian ruang kosong di dalam koper untuk taruh belanjaan yang akan di beli di Krisna. Meskipun dari awal sudah janji gak bakal belanja, tapi ingat, jangan percaya sama omongan wanita hahaha… Bilangnya gak mau belanja, tapi ujung-ujungnya keluar toko dengan dua tangan penuh tentengan belanjaan. Abis itu, bilangnya khilaf, khilaf hahaha… Basi! šŸ˜‚

Pagi itu sehabis mandi, saya bergegas sarapan. Menu pagi itu sederhana banget, cuma nasi, scramble eggs, ayam balado, dan tumis terong. Ada stall salad, buah potong, dan bubur yang melengkapi sajian pagi itu. Tapi saya lebih tertarik ambil nasi, scramble eggs yang banyak, irisan ketimun dan tomat, trus saya taburi dengan lada dan garam. Sukses bikin saya nambah sepiring lagi hahahaa… šŸ˜†šŸ˜†šŸ˜† 

Kelar sarapan, check-out, lalu kita naik bus menuju Krisna di Sunset Road. Seperti biasa, sampai di Krisna kita akan ditempeli stiker nomor pengunjung gitu. Entah gunanya apa. Sekitar satu jam kami dibiarkan cuci mata dan belanja disini. Saya sendiri berhasil beli beberapa kaos dan baju santai untuk oleh-oleh serta dua bungkus kacang matahari. Kelar bayar di kasir, saya langsung buru-buru menuju bis. Minta bapak keneknya bukain bagasi dan ambilin koper saya karena saya mau masukin belanjaan. Gak sampai 5 menit, koper sudah saya kembalikan lagi ke si Bapak. Yeay, mission accomplished!!! Boleh ya berbangga hati disaat teman-teman saya pada bingung mau simpan dus belanjaan dimana, sedangkan saya santai banget bisa melenggang kangkung šŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚

Habis kelar belanja, kita melanjutkan perjalanan ke Ubud. Kita mau makan siang di sebuah restoran namanya Warung Pulau Kelapa. Begitu sampai resto ini, saya suka banget ambience nya. Makanannya juga enak terutama bakwan jagungnya. Lunch with view, perut kenyang, mata termanjakan, dan hati senang. 

Welcome signage.
Surrounded by greenery.
Suasananya memang tenang banget, kebanyakan tamu yang makan disini orang asing. Bangunan restonya sendiri yang diatas sana itu. 
Saya gak tau nama menunya apa. Tapi yang pasti rasanya enak. Ayam gorengnya kaya bumby banget and especially bakwan jagungnya juara šŸ˜
Mereka punya organic garden yang luas banget, jadi kita bisa manfaatin waktu sehabis makan untuk jalan-jalan ke kebunnya. Kalau kita tertarik mau cobain sayuran atau herbs bisa minta orang resto untuk masakin.
Lagi jalan-jalan di kebun, saya dikasih buah blackberry sama tukang kebunnya. Saya cobain, asem hihi…
Cabe-cabean atau jambu-jambuan? šŸ˜‚
Padi yang sudah dipanen.

Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan ke airport. Meskipun rasanya jalan-jalan kali biasa aja, gak meninggalkan kesan istimewa di hati saya, tapi tetap saya syukuri banget. Thank you Bali, see you soon ya ā¤

Pemandangan sore dari balik jendela pesawat.
Advertisements